Sabtu , 25 September 2021
Depan - Pendidikan - Artikel - Bukan Kepala Sekolah NATO
Feri Fren
Feri Fren

Bukan Kepala Sekolah NATO

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Feri Fren (Widyaiswara LPMP Sumbar)

Tidak jarang kita mendengar ada kepala sekolah yang menerima ancaman, baik yang datang dari luar maupun dari dalam sekolahnya sendiri. Jika kepala sekolah tidak dapat memajukan sekolahnya, diapun akan dimutasikan atau diberhentikan dari jabatannya.

Untuk mengatasi semua itu, seorang kepala sekolah harus memiliki berbagai kemampuan dalam hal manajemen agar rafor mutu dari sekolah yang dipimpinnya bisa meningkat.

Untuk mewujudkan semua itu sesuai dengan konsep manajemen berbasis sekolah, dibutuhkan kepala sekolah yang berkualitas. Kepala sekolah yang mampu menjadikan sekolah sebagai tempat untuk merubah tingkah laku dan menyiapkan peserta didik untuk bisa hidup di tengah-tengah masyarakat kelak.

Kemampuan seorang kepala sekolah sangat berkaitan dengan pengetahuan dan pemahamannya terhadap manajemen serta kepemimpinan dan tugas yang harus dilaksanakannya. Tidak jarang kegagalan pendidikan dan pembelajaran di sekolah disebabkan oleh kurangnya pemahaman kepala sekolah terhadap tugas-tugas yang dibebankan kepadanya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa berhasil tidaknya suatu sekolah dalam mencapai tujuan serta mewujudkan visi dan misinya terletak bagaimana manajemen dan kepemimpinan kepala sekolah tersebut. Khususnya dalam menggerakkan dan memberdayakan seluruh komponen sekolah agar tercipta interaksi yang berkualitas serta dinamis diantara semua warga sekolah.

Kepala sekolah dituntut untuk mengantisipasi setiap perubahan-perubahan global, khususnya dalam dunia pendidikan, dunia usaha dan dunia industri. Kepala sekolah diharapkan mampu melakukan pencapaian mutu terhadap standarisasi pendidikan secara nasional sesuai dengan apa yang telah digariskan pemerintah dalam standar nasional pendidikan (SNP). Untuk mencapai semua itu dibutuhkanlah kepala sekolah yang hebat atau profesional, yang kerjanya bukan sekedar menggugurkan kewajiban sebagai kepala sekolah saja.

Prof. Dr. H. E. Mulyasa, M.Pd dalam bukunya manajemen dan kepemimpinan kepala sekolah (2012) menyebutkan ada sepuluh kunci sukses kepemimpinan kepala sekolah. Seorang kepala sekolah haruslah memiliki visi yang utuh, tanggung jawab, keteladanan, memberdayakan staf, mendengarkan orang lain, memberikan layanan prima, mengembangkan orang, memberdayakan sekolah, fokus pada peserta didik dan menggunakan manajemen yang menggunakan praktik.

Praktik adalah tindakan nyata dari seorang kepala sekolah dalam melaksanakan kepemimpinannya. Kepala sekolah jangan hanya pandai berteoriatau berbicara saja, tetapi harus mampu melakukan berbagai tindakan nyata yang dapat menghasilkan sesuatu untuk kemajuan. Termasuk juga dengan pencontohan program pendidikan karakter, gerakan literasi di sekolah yang di pimpinnya. Sehingga tidak disebut sebagai kepala sekolah dengan istilah NATO ( No Action Talk Only ).

Untuk menghindari NATO, kepala sekolah harus memiliki sifat inovatif dan kreatif. Sebagai implementasinya, Pertama, selalu melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Kedua, membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Ketiga, bekerja dengan mendelegasikan wewenang. Keempat, dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Kelima, kalau bekerja melebihi target.

Sebagai pemimpin sekolah, kepala sekolah harus sadar bahwa keberhasilannya sangat bergantung pada orang-orang lain, seperti guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dunia usaha dan dunia industri serta peran serta dari masyarakat sekitar. Untuk itu, kualifikasi pribadi kepala sekolah memainkan peranan yang sangat penting dan merupakan bagian dalam keberhasilan atau kegagalannya dalam memimpin sebuah sekolah.

Kualifikasi pribadi meliputi banyak faktor, antara lain kestabilan emosi, rasa humor, inisiatif, kematangan berfikir, memiliki intelegensi yang baik, mempunyai kapasitas fisik untuk melaksanakan tugas, menyenangkan, memiliki suara yang bagus, latar belakang budaya yang baik, antusias, energik, mempunyai kepedulian terhadap orang lain serta loyal.
Itulah sosok kepala sekolah yang dirindukan oleh seluruh warga sekolah. Dengan demikian, seluruh warga sekolah secara bersama-sama akan bisa mengembangkan sekolahnya ke depan ke arah yang lebih baik. Jadilah kepala sekolah yang profesional, bukan kepala sekolah NATO.

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

PON XX Papua 2021, Kontingen Sumbar : Papua Sangat Kondusif

SPIRITSUMBAR.com, Papua – Kondisi empat kluster kota dan kabupaten pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX ...