Namun sebaliknya, bila guru yang disenangi peserta didik dalam mengajar tidak datang ke sekolah, mereka akan bersedih dan terdengar kata-kata dari mulutnya,’Yah bapak/ibu …. Tidak masuk, nggak asyik deh,’ sambil membuat sms ke guru tersebut mereka menanyakan keadaannya gurun yaitu, kenapa bapak/ibu tidakdatang? Apa bapak/ibu sakit? Merekapun berdoa, ya allah berikanlah kesehatan kepada guru kami yang sedang sakit, mereka sangat baik mengajar ya allah, kami dibimbingnya dengan hati yang tulus, yang membuat kami bisa menjadi generasi penerus yang berkualitas, amin.
Marilah berusaha menjadi guru yang diidolakan oleh peserta didik, jangan hanya menjadi guru “TigaTu” yang hanya berfikir kapan datangnya jam satu, kapan hari sabtu dan kapan pula tanggal satu. Semoga.