Selasa , 24 November 2020
Beranda - Berita Pilihan - BPOM : Belum Ada Vaksin Covid-19 yang Dapat Izin Edar
Petugas medis saat menangani positif virus corona
Petugas medis saat menangani positif virus corona

BPOM : Belum Ada Vaksin Covid-19 yang Dapat Izin Edar

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com, Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)pastikan, hingga saat ini belum ada vaksin COVID-19 yang mengantongi izin untuk digunakan. Namun, jka sudah ada emergency use of authorization (EUA) sekalipun, izin bisa dicabut jika dinilai terlalu berisiko.

Plt Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif BPOM, Dra Togi J Hutadjulu, Apt, MHA, menyampaikan hal itu pada wartawan dalam konferensi pers, Rabu (29/10/2020).

“Sampai saat ini belum ada vaksin COVID-19 yang mendapat izin edar. Semua kandidat vaksin Covid-19 yang ada masih dalam tahap pengembangan uji klinik maupun preklinik,” ujarnya.

Togi menerangkan berdasarkan data World Health Organization (WHO) per 19 Oktober 2020 ada 44 kandidat vaksin Covid-19 yang sudah masuk uji klinik. Beberapa diantaranya sudah masuk uji klinik fase tiga yakni Sinovac, Sinopharm, CanSino, University Oxford dengan AstraZenenca, Novavax. Juga, ada 154 kandidat vaksin Covid-19 yang tengah dalam uji preklinik.



Menurutnya, bila sudah ada vaksin Covid-19 yang selesai penelitiannya, BPOM bakal melakukan evaluasi. Hal ini, untuk mengetahui produk tersebut bisa mendapatkan persetujuan otorisasi penggunaan darurat (emergency use authorization).

“Untuk mengetahui kemananan vaksin diperoleh dari data uji klinik dan preklinik baik dari manusia dan hewan. Nanti, dokumen tersebut akan diberikan ke kami lalu dievaluasi,” ujarnya.

BPOM bakal menerima dokumen mengenai data uji preklinik dan uji klinik 1 dan 2 vaksin Sinovac pada November. Lalu, bakal mendapatkan dokumen mengenai hasil uji klinik fase tiga dari Brasil sesudahnya.

Selain itu, Togi menerangkan bahwa kualitas produk juga menjadi perhatian. Sehingga bakal dilakukan evaluasi juga terhadap bahan aktif, zat lain serta fasilitas produksi.

“Jika ditemukan bahwa risiko menjadi lebih besar daripada manfaatnya, hasil pengkajian tersebut akan ditindaklanjuti dengan memberikan komunikasi risiko dan dapat dilakukan pencabutan EUA,” ujarnya.

Tip & Trik

loading…


 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya terima hibah aset barang milik negara

Dharmasraya Terima Hibah KemenPUPR Senilai Rp 31,7 Miliar

SPIRITSUMBAR.COM, Dharmasraya – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya terima hibah aset barang milik negara dari Direktorat Jenderal ...