Depan - Headline - Berkat Andritany, Persipura Gagal Tumbangkan Persija
Pemain bertahan Semen Padang FC berupaya menghadang bola dari kaki pemain Borneo FC - Saribulih/Spirit Sumbar
Pemain bertahan Semen Padang FC berupaya menghadang bola dari kaki pemain Borneo FC - Saribulih/Spirit Sumbar

Berkat Andritany, Persipura Gagal Tumbangkan Persija

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar –  Pertandingan pembuka Indonesian Soccer Championship (ISC) 2016,  di Stadion Mandala Jayapura, Jumat (29/4/2016) malam berlangsung menarik.  Pertandingan yang disaksikan Presiden Joko Widodo pada babak kedua ini, berlangsung cepat .

Dipimpin Wasit Thorik Alkatiri, di babak pertama Persija sukses lebih dahulu mencetak gol di menit ke 12.  Tim macan kemayoran unggul terlebih dahulu melalui gol yang diciptakan Ade Jantra melalui  tendangan kencang dari dalam kotak penalti. Kiper Persipura Jayapura, Yoo Jae-hoon, tak mampu membendung tendangan Jantra.

Tertinggal 1 gol, Persipura terus melakukan tekanan.  Serangan bertubi-tubi yang dilancarkan anak asuh Jafri Sastra,  berbuah tendangan penalti usai Tinus Pae dijatuhkan Ismed Sofyan. Dengan tenang, James Koko Lomell berhasil melesakkan bola  dari titik putih, menit ke 19. Sementara hingga babak pertama berakhir skor imbang 1-1.

Pada babak kedua, Persipura  betul-betul menguasai pertandingan dengan ball possesion 66 persen berbanding 34 persen. Berkali-kali gawang Persija di bombardir oleh Boas Salosa cs . Namun, berkat cemerlangnya penampilan Andritany, gawang Persija terhindar dari kebobolan. Tidak hanya tendangan keras Boas Salosa yang berhasil ditepis, beberapa peluang lainnya berhasil digagalkan oleh Andritany.  Sampai wasit meniup pluit akhir, kedua tim tidak mampu menciptkan gol, hingga kedudukan bertahan dengan skor 1-1.

S. Datuak

Lebih lengkap, di versi cetak:

Edisi 21/Th. III/26 April - 02 Mei 2016 (Terbit Tiap Senin)
Edisi 21/Th. III/26 April – 02 Mei 2016 (Terbit Tiap Senin)

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Padang Lakukan Penyekatan PPKM dari RT Hingga Kelurahan

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV harus diimbangi dengan pengawasan ...