Selasa , 28 September 2021
Depan - Berita Pilihan - Berangus Narkoba, Polres Dharmasraya Razia Kafe Liar

Berangus Narkoba, Polres Dharmasraya Razia Kafe Liar

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com, Dharmasraya – Perkembangan tempat hiburan malam karoke tanpa izin (cafe) di Kabupaten Dharmasraya tumbuh bak cendawan tumbuh. Malahan, bisnis malam ini terus menimbulkan keresahan bagi masyarakat sekitar.

Menyikapi hal tersebut, Tim Gabungan Satresnarkoba Polres Dharmasraya dan Polsek Pulau Punjung serta Dinas Kesehatan Dharmasraya melakukan Razia narkoba dan tes urine di tempat tersebut pada Senin (25/1/2021) malam.

Razia pada masa pandemi covid-19, dipimpin langsung Kasat Narkoba Polres Dharmasraya Iptu Rajulan bersama Kapolsek Pulau Punjung Iptu Syafrinaldi,



Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah melalui Kasat Narkoba Polres Dharmasraya Iptu Rajulan Harahap didampingi Kapolsek Pulau Punjung Iptu Syafrinaldi mengatakan mengatakan tujuan razia tersebut guna mencegah/membatasi beredarnya narkoba. Serta penyalahgunaan narkoba di tempat-tempat hiburan malam yang berada di wilayah hukum Polres Dharmasraya.

Mereka menduga adanya peredaraan narkotika pada tempat ini. Adapun kegiatan yang dilakukan dengan memeriksa satu persatu pemandu lagu tempat hiburan malam karoke tanpa izin (café). Juga, pengunjung dilakukan pemerikasaan narkotika dan tes urine di tempat, guna memastikan apakah mereka ini pengunjung atau pemandu lagu tersebut, positif atau negative memakai narkoba.

“Setelah kami lakukan pemeriksaan dan tes urine terhadap pengunjung dan pemandu lagu tempat hiburan malam karoke tanpa izin (café) ini, ternyata semua hasilnya negative,” ujarnya.

Dia mengimbau dalam masa pandemic Covid 19 ini, bersama sama mentaati peraturan pemerintah dengan mematuhi Protokol Kesehatan. “Jangan sekali sekali memakai atau mengedarkan narkotika akan kita tidak tegas, ucap Kasat Narkoba Polres Dharmasraya Iptu Rajulan Harahap (eko)

Tip & Trik

loading…


 

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

PON XX Papua, Cricket Sumbar Optimis di Sisa Pertandingan Kelas Egthies

Jayapura – Dalam lanjutan PON XX Papua 2021, cabang olahraga Cricket di kelas Egthis, tim ...