Sabtu , 25 September 2021
Depan - Berita Pilihan - Belum Diserahkan Pusat, Rusunawa Padang Panjang Belum Bisa Dikelola Pemko
Rusunawa 5 Lantai di Sungai Andok, tepi jalan lingkar selatan Kota Padang Panjang
Rusunawa 5 Lantai di Sungai Andok, tepi jalan lingkar selatan Kota Padang Panjang

Belum Diserahkan Pusat, Rusunawa Padang Panjang Belum Bisa Dikelola Pemko

Print Friendly, PDF & Email

Padang Panjang, Spiritsumbar– Berdiri megah di kaki Bukit Tui, tepi jalan lingkar selatan Kota Padang Panjang sejak 2017, gedung Rusunawa 5 lantai masih belum bisa dikelola oleh Pemko setempat hingga September 2021 ini. Sebab, asset gedung itu belum diserahkan oleh pemerintah pusat ke Pemko Padang Panjang.

Terkait itu, Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH) Kota Padang Panjang yang baru, Alvi Sena, menyebut kepada pers, September 2021 ini, akan menelusuri lagi ke Kementerian PU-PR di Jakarta terkait perkembangan proses penyerahan asset Rusunawa tersebut ke kota ini.

Rencana penelusuran itu, juga sehubungan sudah selesainya kegiatan perbaikan oleh Kementerian PU-PR pada 2020 lalu atas beberapa kerusakan yang terjadi pada Rusunawa tersebut belakangan, seperti ada loteng yang bocor, dan ada dam tebing halaman gedung yang runtuh. Masa pemeliharaannya selama 6 bulan juga sudah habis.

Kita berharap, kata Alvi Sena didampingi Kabid Perkim dinas itu, Nurasrizal, Rusunawa (Rumah Susun Sewa) tersebut bisa diserahkan jadi asset Pemko Padang Panjang. Dengan begitu, Rusunawa ini akan bisa dikelola, bisa jadi salah satu sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah) kota, Pemko bisa pula membiayai perawatannya.

Alvi Sena, Kadis Perkim-LH Kota Padang Panjang
Alvi Sena, Kadis Perkim-LH Kota Padang Panjang

Rusunawa 5 lantai di Sungai Andok dibangun oleh Kementerian PU-PR pada 2017 di tanah milik Pemko setempat. Di dalamnya terdapat sekitar 76 petak hunian (fasilitas 2 kamar tidur, ruang tamu/keluarga, dapur, kamar mandi/toilet & jemur pakaian), ruang pengelola, ruang serbaguna, ruang minimarket dan penunjang lainnya.

Yang juga menarik dari gedung Rusunawa itu, penghuninya bisa lebih leluasa menikmati indahnya pemandangan alam kota pegunung. Seperti view Gunung Singgalang dan Gunung Tandikek di arah barat laut, Gunung Merapi (utara), hutan cagar alam Lembah Anai (barat) dan Bukit Tui di belakang (timur).

Dari sekitar 76 petak hunian Rusunawa itu, sebagian sudah dihuni oleh warga. Mereka itu menurut Kadis Perkim-LH sebelumnya,Wita Desi Susanti (kini Sekretaris DPRD Kota Padang Panjang), merupakan keluarga miskin/kurang mampu ber-KTP Padang Panjang yang sudah mendaftar sebagai pemohon calon penyewa.

Tapi keluarga itu tinggal di Rusunawa tersebut sejak sekitar 2020 lalu menurut Wita Desi Susanti, masih gratis, belum dipungut sewa. Hanya pemakaian listrik PLN dan air PDAM yang harus mereka bayar. Pemko belum bisa menyewakannya, karena asset bangunan Rusunawa itu belum diserahkan oleh pusat.

Pemerintah RI lewat Kementerian PU-PR membangun Rusunawa 5 lantai di Sungai Andok pada 2017 atas permintan Pemko Padang Panjang. Permintaan itu didasari, karena  kebutuhan perumahan di kalangan keluarga miskin/kurang mampu yang relatif tinggi, sisi lain sisa lahan kosong di kota tua (usia 235 Th) ini semakin minim.

Sisa lahan kosong di Padang Panjang, kota kecil 23 KM2 (peta PPDA 2017) dengan topografi bergelombang itu, tinggal sekitar 1.500 Ha. Rincian, lahan RTH sekitar 960 Ha, sawah sekitar 583 Ha. Makanya, pembangunan perkantoran dan kampus pendidikan di kota ini juga mulai pola vertikal, bahkan ada yang pakai basement.

Terkait itu, Perda No.4/2013 tentang izin bangunan gedung di Padang Panjang juga mengizinkan di atas 3 lantai. Salah satu aplikasinya, berdirinya Rusunawa 5 lantai di Sungai Andok pada 2017. Itu lebih tinggi 1 lantai dari pertokoan 4 lantai di tepi utara Pasar Sayur Padang Panjang (dibangun pada 1990).(ym/yet).–

 

Profil Yetti Harni

mm

Baca Juga

PON XX Papua 2021, Kontingen Sumbar : Papua Sangat Kondusif

SPIRITSUMBAR.com, Papua – Kondisi empat kluster kota dan kabupaten pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX ...