Kamis , 23 September 2021
Depan - Berita Pilihan - Beda Sehari Presiden dan IP Disuntik, Nevi: In Syaa Allah Aman

Beda Sehari Presiden dan IP Disuntik, Nevi: In Syaa Allah Aman

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.COM, Padang – Besok babak baru penganganan bencana non alam pandemi Covid-19 di seluruh Indonesia dilaksanakan.

Tidak ada lagi ganjalan bagi setiap orang untuk disuntik vaksin covid-19. Pasalnya vaksin telah melewati uji klinis dan sudah mendapatkan label halal dari MUI.

13 Januari Presiden Joko Widodo disuntik vaksin, 14 Januari giliran Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama seluruh kepala daerah di Indonesia disuntik vaksin covid-19. Sebagai upaya memastikan vaksin itu aman dan upaya pemerintah menghentikan masa pandemi yang panjang ini.



Anggota DPR RI yang juga istri Irwan Prayitno, Hj Nevi Zuairina mendoakan pelaksanaan suntik vaksin kepada Presiden dan kepada gubernur se Indonesia, supaya aman dan makin memasifkan vaksin ke publik tanah air.

“Belakangan banyak sekali berseliweran hoaks terhadap vaksin. Tapi juga beredar meme semangat anak bangsa di platform media sosial yang mengatakan siap disuntik vaksin, artinya bully akan suntik vaksin berbahaya terbantahkan,” ujar Nevi, Selasa 12/1/2021.

Tapi meski Presiden dan Forkompida se Indonesia siapkan diri menjadi orang pertama disuntik vaksin, Nevi Zuairina berharap pemerintah lebih memasifkan lagi sosialisasinya.

“Harus lebih masif lagi baik manfaat dan efek serta penanggulangan dampak dari suntik vaksin itu. Tidak bisa selesai karena Presiden dan gubernur se Indonesia sudah disuntik, ” ujar penerima Anugerah Achiemnet Motivation Personal Award (Tokoh Keterbukaan Informasi Publik 2020) Sumbar itu.

Corong pemerintah untuk suntik vaksin covid-19 ini jangan sampai kalah dengan hoaks atau informasi tidak benar tentang covid-19.

“Saya yakin pemerintah memiliki instrumen canggih untuk memasifkan sosialisasi dan menenggelamkan hoaks tentang vaksin ini, ” ujarnya. (rilis: nzvoice)

Tip & Trik

loading…


 

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bupati Pessel : Keterbukaan Informasi Tak Bisa Ditawar

SPIRITSUMBAR.com, Painan – Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar, membuka acara bimbingan teknis (Bimtek) pemeringkatan ...