Minggu , 19 September 2021
Depan - Berita Pilihan - Banjir Menghadang, Warga Pasbar Diminta Selalu Siaga
Edi Busti
Edi Busti

Banjir Menghadang, Warga Pasbar Diminta Selalu Siaga

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.com, Pasaman Barat – Kepala Pelaksana BPBD Pasaman Barat, Edi Busti, Mengimbau masyarakat agar selalu mewaspadai berbagai potensi bencana yang ada didaerah. Bencana alam kerap terjadi saat musim penghujan terutama longsor dan banjir, Minggu 22 Desember 2019.

Warga Pasaman Barat agar selalu siaga dan waspada terutama bagi masyarakat yang tinggal didaerah rawan longsor,pinggiran sungai dan dataran rendah yang rentan bencana banjir.

Potensi bencana di daerah berslogan Bumi Mekar Tuah Basamo sangat variatif, sesuai kondisi maupun area wilayah. Tercatat 11 kecamatan di Pasbar yang ada, kerap dilanda bencana banjir dan longsor saat memasuki musim penghujan.

Untuk bencana banjir kerap terjadi di Kecamatan Pasaman, Kinali, Luhak Nan Duo, Sasak Ranah Pasisia, Gunung Tuleh, Sungai Aur, Lembah Melintang, Koto Balingka, Ranah Batahan dan Sungai Beremas.




Selain wilayah tersebut kerap dihantam banjir, juga terdapat sejumlah wilayah lain yang akrab dengan bencana longsor. Seperti Kecamatan Talamau, Gunung Tuleh dan Ranah Batahan.

Artikel Lainnya

loading…


Bahkan di Kecamatan Pasaman, Ranah Batahan, Lembah melintang dan Koto Balingka sempat dilanda banjir besar terparah dan merusak sejumlah rumah warga, dan fasilitas umum pada tahun 2018 lalu.

Oleh sebab itu pinta Edi, diharapkan pemahaman masyarakat untuk mengantisipasi bencana dan ini sangat penting dilakukan, agar tercipta kesadaran bencana di kalangan masyarakat. Terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana.

Untuk itu, pihaknya juga sudah membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) hingga Tanggap Darurat bersama sejumlah instansi di lingkungan Pemkab Pasbar. “Meski peralatan kita belum memadai dan perlu pembenahan, namun kita telah bekerjasama dengan sejumlah instansi lain untuk menutupi kekurangan yang belum memadai itu,” terangnya.

Ia mengungkapkan, saat ini yang sangat dikhawatirkan bukan bencana longsor, namun bencana banjir. Sebab pasbar merupakan daerah yang banyak memiliki sungai besar, yang nantinya dikhawatirkan meluap saat curah hujan Seperti Sungai Batang Pasaman, Sungai Batang Sikabau, Sungai Batang Bayang, Sungai Batang Ampu, Sungai Batang Kapa dan Sungai Batang Batahan.

Sedangkan Sungai Batang Batahan hingga saat ini masih dalam pemasangan tanggul akibat banjir tahun lalu. Pasbar saat ini masuk dalam tujuh kabupaten dan kota di Sumbar sebagai daerah rawan bencana, dan telah ditetapkan status tanggap bencana hingga Februari 2020 mendatang. (Sy/By)



 

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Rektor UM Sumbar Dr. Riki Saputra sedang menjelaskan perihal konferensi internasional ICoNTISH kepada para jurnalis dan peserta konferensi pers

Pertama Kali Digelar PT sejak Pandemi Covid-19, UM Sumbar akan Gelar Konferensi Internasional ICoNTISH

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Melakukan penelitian dan menulis merupakan sebuah kewajiban bagi seorang akademisi. Selain itu, ...