Kamis , 23 September 2021
Depan - Covid19 - Banjir dan Longsong Hantam Tarusan, Padang Painan Putus
Darmilis, salah seorang korban banjir yang sedang di evakuasi (foto Widoyo)
Darmilis, salah seorang korban banjir yang sedang di evakuasi (foto Widoyo)

Banjir dan Longsong Hantam Tarusan, Padang Painan Putus

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Tarusan – Hujan yang mengguyur Sumatera Barat (Sumbar) dalam 3 hari belakangan telah menimbulkan bencana di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Senin (27/11/2017).

Malahan, akibat tingginya curah hujan, Batang Tarusan langsung mengganas dengan merendami rumah penduduk. Jalan raya yang menghubung Padang – Painan juga tergenang air setinggi hampir 2 meter.

Titik banjir di Kecamatan Koto XI Tarusan, terdapat di Talawi, Kenagarian Barung Barung Belantai Tengah, Jongah dan Pasar Minggu Kenagarian Duku Utara dan Duku, Kenagarian Duku.

Wali Nagari Duku Utara, Widoyo di sela sela evakuasi mengatakan banjir kali ini di Duku Utara merupakan yang ke sembilan dalam tahun 2017. “Malahan banjir yang terjadi hari ini merupakan yang paling besar dari sebelumnya. Kita berharap ada kepedulian pemerintah untuk mencarikan solusi dari banjir ini,” ujarnya.

Malahan Widoyo merasa sedih dan tidak tahu lagi tempat mengadu. Lantaran salah satu Sekolah Dasar (SD) nyaris ambruk oleh terjangan banjir. “SD Kampung Tanjung nyaris terban oleh terjangan banjir. Beruntung masih ada pohon durian yang menahan bibir sungai,” ujarnya.

Sementara, Darmilis (53) salah seorang korban banjir hanya bisa pasrah. Menurutnya, banjir terjadi sejak pukul 17.00 wib. Namun, dia tidak menyangka debit air akan setinggi saat ini. “Kami tidak menyangka sedalam ini. Karena selama ini hanya paling dalam setinggi lutut dalam rumah. Namun hari sampai ke pinggang. Jadi semua barang dan pakaian terendam banjir,” ujarnya dengan wajah pasrah.

Walau sudah terendam banjir sejak pukul 17.00 wib sore, namun Darmilis mengaku harus menahan lapar. Lantaran, semua alat dapur juga terencam banjir. “Terpaksa tinggal dalam genangan air sambil menahan lapar. Walau sepertinya air masih bertahan, kita berharap air cepat surut,” ujarnya. (SALIH)

Berikutnya>>> Padang Painan Putus, Tanah Longsor Ikut Menghadang

[ 1 ]    [ 2 ]  Selanjutnya

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bupati Pessel : Keterbukaan Informasi Tak Bisa Ditawar

SPIRITSUMBAR.com, Painan – Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar, membuka acara bimbingan teknis (Bimtek) pemeringkatan ...