Beranda - Advertorial - Audy Joinaldy, Sukses di Rantau, Bertekad Bangun Ekonomi Sumbar
Audy Joinaldy saat memberikan kuliah umum
Audy Joinaldy saat memberikan kuliah umum

Audy Joinaldy, Sukses di Rantau, Bertekad Bangun Ekonomi Sumbar

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang – Masih belia namun telah punya nama. Ini merupakan buah sukses mengembangkan usaha dibidang Peternakan, Pertanian, Pertambangan dan Perkebunan. Semua tak lepas dari kegigihan dan motivasi dalam pengembangan diri.

Hal terlihat dari gelar akademik yang melekat pada nama Dr. (cand).Ir.  AUDY JOINALDY, S.Pt, M.Sc, MM, IPM, ASEAN.Eng. “Saya sempat kuliah di dua jurusan berbeda di kampus yang sama. Alhamdulillah, keduanya dapat lulus tepat waktu dan dengan nilai terbaik,” papar Audy Joinady sebagaimana disampaikan Sobat Audy dalam pesan tertulisnya, Jumat, 8 Mei 2020.

Memperoleh gelar Sarjana Peternakan di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2005 dan Master of Science di Wageningen Universiteit Netherlands major food quality management minor animal nutrition pada tahun 2007, serta Magister Manajemen di Universitas Hasanuddin Makassar pada tahun 2011.

Audy Joinaldy bersama Mahyeldi
Audy Joinaldy bersama Mahyeldi



“Saat ini sedang melanjutkan pendidikan Doktor di sekolah bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB),” ujar Ketua Himpunan Alumni Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor periode 2018-2022 (Hanter-IPB) ini.

Sebagai Komisaris Utama Perkasa Group nama Audy Joinady semakin menanjak. Karena, Perkasa Group merupakan salah satu icon bisnis peternakan besar di Indonesia timur. Berkat tangan dingin Audy Perkasa Group terus berkembang. Malahan, sampai saat ini Perkasa Group berhasil mengembangkan perekonomian daerah, yang berdampak positif karena berhasil memicu multiflier effect stake holder sektor pertanian dan peternakan.

Artikel Lainnya

loading…


Selain di Perkasa Group, Audy juga menjabat sebagai Komisaris dan Direktur di beberapa perusahaan yang bergerak di bidang Peternakan, Pertanian, Pertambangan dan Perkebunan.

Audy Joinady juga merupakan sosok peduli dengan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan bantuan yang terus mengalir di saat Pandemi Virus Corona mendera Ranah Minang. Beragam bantuan, berupa Alat Pelindung Diri petugas medis, masker dan hand sanitizer serta sembako untuk masyarakat mengalir jauh sampai ke pelosok negeri.

Audy Joinady asal Solok, Anam Suku merasa belum puas dengan kesuksesan yang diraih dirantau orang. Niat membangun kampung halaman mulai muncul melalui sanubarinya.

Sebenarnya, Audy bukan hanya terlahir dari darah pengusaha saja. Dalam dirinya juga ada darah birokrasi. Kakek Buyut Audy, Marah Adin pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian pemerintahan Sumatera Tengah yang berkedudukan di Solok. Jadi Audy sudah mewarisi daerah pertanian dari kakek buyutnya sendiri.

Menurut Audy garis keturunannya berasal dari anak nomor dua Angku Marah Adin yakni Andung Aisyah. “Dari rahim Andung Aisya inilah ibu Audy bernama Desmilia lahir yang menjadi anak ke 5 dari anak Andung Aisya. Angku Marah Adin meninggalnya pas di tahun saya lahir. Bahkan beliau masih hadir di kawinan Ayah dan Ibu saya,” jelas Audy yang lahir di Jakarta 16 Mei 1983 dari pasangan Joinerri Kahar alias Joey Kahar dan Desmilia.

Berbekal dari pendidikan dan kesuksesan, putra Joey Kahar yang berasal dari Parak Kerambie kota Padang Desmilia asal Anam Suku, Kota Solok ini telah berikrar untuk menasbihkan diri membangun Ranah Minang. Untuk langkah awal, dia akan maju sebagai Wakil Gubernur Sumbar pada Pilkada yang akan datang. (Adv)



Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Fachrul Razi

Breaking News, Menag Batalkan Keberangkatan Jamaah Haji

Spiritsumbar.com, Jakarta – Menteri Agama Fachrul Razi memastikan bahwa keberangkatan Jamaah haji pada penyelenggaraan ibadah ...