Kamis , 23 September 2021
Depan - Berita Pilihan - Asrizallis, Mantan Hansip Balaikota & Satpam Bank Raih Doktor dan 6 Gelar Magister
Dr.Asrizallis,SSos,M.Pd.I, MH, MM, M.Sn, M.Si, M.Sos.--
Dr.Asrizallis,SSos,M.Pd.I, MH, MM, M.Sn, M.Si, M.Sos.--

Asrizallis, Mantan Hansip Balaikota & Satpam Bank Raih Doktor dan 6 Gelar Magister

Print Friendly, PDF & Email

Padang Panjang, Spirit Sumbar – Dosen STAI-IB Padang Panjang, Asrizallis meraih doktor (S3) program studi Pendidikan Islam pada UIN Padang, Agustus 2021 ini. Sebelumnya, mantan hansip di Balaikota Padang Panjang itu telah menyabet 6 gelar magister (S2) di 6 perguruan tinggi (PT) negeri/swasta.

Itulah sukses fantastis Asrizallis di bidang pendidikan. Sebab, sebagai wali nagari di kampung halamannya di Nagari Cubadak, Kecamatan V Kaum, Kabupaten Tanah Datar, juga banyak kemajuan diraih di eranya sejak 5 tahun ini, sehingga Nagari Cubadak juga memperoleh 10 prestasi/penghargaan.

Terkait perolehan gelar doktor pada UIN-IB (Universitas Islam Negeri – Imam Bonjol Padang, itu setelah Zen, sapaan Asrizallis, berhasil mempertahankan disertasi; “Inovasi Madrasah Aliyah Swasta di Padang Panjang dalam meningkatkan mutu lulusan” di sidang terbuka dengan tim penguji pimpinan Prof.Dr.Martin Kustati.

Sementara 6 gelar magister yang diraih Zen terdiri program studi Pendidikan Islam pada IAIN Batusangkar, Pemberdayaan SDM (STIE Agus Salim Bukittinggi), Hukum Tata Negara (Unes Padang), Kajian seni (ISI Padang Panjang), Pengelolaan SDM Kelautan (UBH Padang), dan Pemberdayaan masyarakat (UIN Padang).

Karena begitu banyak gelar magister, plus S1 Ilmu Pemerintahan dari STISipol Agus Salim Bukittinggi, penulisan lengkap nama Asrizallis adalah Dr.Asrizallis,SSos,M.Pd.I, MH, MM, M.Sn, M.Si, M.Sos . Bisa jadi, inilah figur dengan gelar akademik terbanyak di tanah air. Luar biasa, langka, memang.

Lalu, bagaimana pula kinerjanya sebagai Wali Nagari di Cubadak, Kecamatan V Kaum, Kabupaten Tanah Datar yang diembannya sejak sekitar 5 tahun ini? Pertanyaan itu dijawab Zen dengan menuliskan sederetan hasil pembangunan fisik dan nonfisik, dan sederetan prestasi yang diraih di tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Pembangunan yang sudah terwujud di Cubadak antara lain seperti pembangunan jalan tani/ladang sepanjang kurang-lebih 5 KM untuk akses ekonomi rakyat; perbaikan embung dan sumber air; perbaikan pasar nagari; perbaikan miniatur ka’bah tempat manasik haji dan umrah.

Berikut, perbaikan sarana pendidikan TK dan PAUD; perbaikan Mushola dan Posyandu; pembuatan Medan nan bapaneh Sanggar seni Duo Limbago; menggerakan ekonomi melalui Bumnag (Badan Usaha Milik Nagari) Sakato; perbaikan irigasi primer, sekunder dan tersier sepanjang kurang-lebih 1 KM.

Sedangkan sederetan prestasi yang diraih sebagai hasil lain dari wujud pembangunan tadi, antara lain Asrizallis terpilih sebagai Wali Nagari terbaik di Sumbar; Cubadak meraih Nagari berprestasi Nomor-2 di Sumbar, Cubadak meraih Nagari berprestasi No.3 di Sumbar untuk pelestarian nilai adat dan budaya.

Terus, Cubadak dianugrahi sebagai Nagari maju dan belakangan naik jadi Nagari mandiri; Cubadak meraih pengelolaan keuangan terbaik di Sumbar. Sedang di tingkat Kabupaten Tanah Datar sendiri, salah satu prestasi adalah Cubadak merai penghargaan sebagai Nagari yang tageh dan tangguh ketahanan pangan.

Belakangan, di tengah kesibukan sebagai Wali Nagari di Cubadak dan kuliah S3 di UIN-IB Padang yang telah berbuah Doktor, Asrizallis, ayah 4 orang anak  dan suami dari Rochayati,SSos,MM (Kabid Pemsosbud Bappeda Padang Panjang ini) juga dosen di STAI-IB (Sekolah Tinggi Agama Islam – Imam Bonjol) Padang Panjang dan PT lain pada Sabtu-Minggu.

Asrizallis lahir di Cubadak, V Kaum, Tanah Datar pada 1971 merupakan anak kedua dari pasangan  almarhum Marlis dan Bainar. Masa mudanya lebih banyak di Kota Padang Panjang. Di kota ini dia pernah jadi pegawai harian Balaikota plus muazin Mushalla Balaikota, pernah jadi Satpam di BNI  Padang Panjang dan PLN Pekanbaru. Dia juga aktif organisasi, di antaranya pada Karang Taruna, PSM dan LPM.

Ketika berperan sebagai Ketua PSM di Kelurahan Tanah Pak Lambiak, Padang Panjang Timur, salah satu kerja berarti yang berhasil diwujudkannya bersama warga adalah membuat rumah untuk seorang nenek usia 105 tahun. Terus memperjuangkan bantuan bulanan untuk biaya hidup sinenek ke Dinas Sosial kota itu.

Tadinya, nenek ini tinggal di pondok reot lantai tanah dilapisi batu krikil, dinding dari potongan triplek dan seng bekas, atap dari seng-seng bekas dan plastik. Bila hujan deras turun, ungkap Asrizallis waktu itu, atap pondok banyak yang bocor. Terus sinenek berusaha menampung air hujan itu dengan banyak ember plastik kecil, papar Zen mengisahkan.

Makanya, wajar ketika sebuah rumah sederhana (atap seng baru, dinding triplek baru, lantai papan, ada kamar, dapur dan fasilitas lain) sudah berdiri di lokasi itu, terus sinenek dipersilahkan menaikinya, matanya tampak berkaca-kaca (tasabak). Ucapan terimakasih pun berulang kali terlontar dari mulutnya.(ym/yet).—

Profil Yetti Harni

mm

Baca Juga

Bupati Pessel : Keterbukaan Informasi Tak Bisa Ditawar

SPIRITSUMBAR.com, Painan – Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar, membuka acara bimbingan teknis (Bimtek) pemeringkatan ...