Apresiasi UMKM Kripik Singkong, LaNyalla : Kontribusi UMKM terhadap PDRB Capai 54 Persen

oleh

Meskipun diakui LaNyalla, ada beberapa UMKM yang terdampak. Karena tidak semua komoditas yang dihasilkan mampu terserap pasar di tengah Pandemi. Karena itu, ia mendukung agenda KADIN Jatim yang akan menggelar pameran produk UMKM Jatim di Grand City Surabaya pertengahan November nanti.

Owner Kripik Singkong Lumba-Lumba, Sucipto mengatakan, memang selama Pandemi permintaan produk kripik singkong mengalami penurunan. Akibatnya, produksi juga ikut menurun. Tetapi proses produksi masih berjalan dan tidak berhenti.

Saat ini, pasokan bahan baku singkong yang diolah mencapai 6 sampai 8 ton per hari. Sementara sebelum Pandemi Covid-19, ia bisa mengolah sekitar 10 ton hingga 12 ton per hari. Dari bahan baku tersebut ia berhasil memproduksi sekitar 3 ribu bungkus kripik singkong per hari.

Kripik singkong itu dipasarkan di toko dan di pasar tradisional. Sementara pemasaran di ritel modern, ia mengaku masih terbatas di satu ritel saja, yaitu Indomart. Pasokan itu pun belum seluruh Jatim, tetapi masih terbatas untuk wilayah Surabaya, Mojokerto dan Malang.

“Dalam satu kali pengiriman ke Indomart, saya biasanya bisa kirim sekitar 20 dos. Satu dos berisi 26 bungkus dan harga perbungkus sekitar Rp 20 ribu. Dengan skema pembayaran beli putus. Saat order dibayar separo dan setelah dikirim dilunasi sisianya,” terang Sucipto.

Menarik dibaca