Beranda - Covid19 - Antisipasi Corona, Akhirnya Pemkab Pasbar Liburkan Sekolah
Yulianto (foto SY/ Spirit Sumbar)
Yulianto (foto SY/ Spirit Sumbar)

Antisipasi Corona, Akhirnya Pemkab Pasbar Liburkan Sekolah

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Pasaman Barat – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) akhirnya memutuskan untuk meliburkan sekolah tingkat SMP dan SD demi mencegah penyebaran Covid 19 – yakni untuk mengantisipasi penyebaran dan meminimalisir Corona Virus Disease 19 (Covid-19) di Kabupaten Pasaman Barat kepada para murid di sekolah-sekolah.

Mulai Jumat (20/3/2020) kegiatan belajar mengajar dari PAUD hingga SMP di Kabupaten Pasaman Barat, Privinsi Sumatera Barat diliburkan selama dua pekan. Keputusan ini diambil untuk mengantisipasi penyebaran Corona (Covid-19) kepada para murid di sekolah-sekolah.

Keputusan tersebut berdasarkan Instruksi Bupati Pasbar Nomor 420/134/ DISDIKBUD/2020 yakni tentang meliburkan anak anak sekolah. Instruksi ini mulai berlaku sejak tanggal 20 Maret hingga 2 April 2020 mendatang.



Artikel Lainnya

loading…


Kebijakan ini diputuskan berdasarkan hasil Rapat gugus Tugas percepatan Corona Virus Disease 2019 (covid19) Pasbar pada Kamis (19/3/2020) di Ruangan Rapat Bupati yang dihadiri oleh OPD terkait dan dipimpin langsung oleh Bupati Pasbar, Yulianto.

Bupati Pasaman Barat, H. Yulianto. SH. MM, Kamis (19/3/2020) mengatakan, bahwa kegiatan belajar mengajar efektif libur mulai tanggal 20 Maret hingga 2 April 2020.    Diterangkannya Instruksi ini mulai berlaku besok Jumat sampai tanggal 2 April 2020 dari jenjang PAUD, SD dan SMP. dan diharapkan kepada anak-anak untuk tetap belajar di rumah.

Dikatakan Bupati bahwa langkah meliburkan anak-anak ini diambil, adalah untuk mengantisipasi covid 19, untuk itu kita himbau kepada orang tua agar selama anak-anak libur untuk tetap belajar di rumah dengan pengawasan orang tua.

Ditambahkannya lagi bahwa ini bukan libur biasa, tapi libur upaya pencegahan atau istilah kekiniannya lockdown walau ini hanya pada tingkat anak didik kita, tujuannya agar anak kita terlindung dari penyebaran suspect COVID-19,”jangan pula karena libur, malah diajak bepergian ke luar rumah atau ke luar daerah” kata Yulianto

Berdasarkan pantauan pers , terlihat para siswa masih tetap masuk selain menerima pengarahan dari pihak sekolah juga melakukan kegiatan proses belajar mengajar seperti biasa pada Kamis (19/3/2020). Namun sekitar pukul 13.15 WIB pada umumnya sebagian sekolah sudah mulai dibubarkan.

“Iya sudah pulang karena hari ini hanya pengarahan dari guru dan kepala sekolah untuk belajar di rumah mulai besok,” kata Soleha (31), salah satu orang tua siswa yang menjemput anaknya di salah satu PAUD Simpang Empat.

Dengan adanya edaran Bupati ini Soleha merasa lega, sebab selama ini Ia mengaku khawatir pada kondisi anaknya jika terus bersekolah. Apalagi anak kecil masih sangat rentan terhadap paparan virus dan penyakit.

“Ya khawatir, namanya anak kecil belum terlalu paham gimana menjaga kebersihan. Kadang anak juga lebih gampang sakit. Bersyukur sih akhirnya diliburkan 2 minggu,” Soleha

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kab. Pasbar,Marwazi mengatakan keputusan meliburkan siswa SD, SMP,  di Kabupaten Pasbar ini yang mulai berlaku Jumat (20/3/2020)  dengan pertimbangan pengarahan pada orang tua dan guru.

“Jadi hari ini di sekolah belajar biasa saja dan ada sedikit pengarahan dari guru, saya harap orang tua jangan ajak anak jalan-jalan selama di rumah. sebab ini bukan libur biasa tapi bentuk pencegahan. Untuk itu ia minta agar anak-anak diberi tugas sekolah dan orangtua memberi laporan soal kesehatan anak kepada guru lewat group WhatsApp,” terang Marwazi

Pihak Dinas Pendidikan juga mengantisipasi pergeseran waktu Penilaian Tengah Semester (PTS) yang bakal dihadapi para siswa SD-SMP.

“Makanya jangan lupa soal tugas untuk di rumah. soal PTS atau ulangan di SD-SMP, nanti akan disesuaikan. Sementata untuk SMA-SMK maupun UNBK, itu kewenangannya ada di Provinsi Sumbar,” ujarnya. (SY)



 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Indra Catri

Dituding Otak Pencemaran Nama Baik, Indra Catri Sampaikan Klarifikasi

Spiritsumbar.com, Padang – Surat permintaan maaf, ES terhadap Ir. H. Mulyadi beberapa waktu lalu berbuntut ...