Minggu , 19 September 2021
Depan - Berita Pilihan - Anak Yatim di Banuaran Jadi Sasaran JPS Bhakti untuk Negeri

Anak Yatim di Banuaran Jadi Sasaran JPS Bhakti untuk Negeri

Print Friendly, PDF & Email

Padang – Usai dilepas Anggota DPD RI, Hj. Emma Yohana di Depan DPD RI Perwakilan Sumatera Barat, pada Jum’at (6/8/2021) pagi, Tim Jaringan Pemred Sumbar (JPS) langsung mengantar bantuan ke lima panti asuhan yang ada di pinggiran Kota Padang.

Langkah selanjutnya, rombongan JPS mengunjungi Masjid Al Quwait Banuaran, untuk menyerahkan bantuan pada anak yatim dalam program Jumat Berkah Berbagi ba’da Jumat.

Almudazir, mewakili Ketua JPS mengatakan bantuan ini berasal dari para donatur yang dihimpun oleh JPS. Hari ini ujarnya, selain anak yatim di Masjid Al Quwait juga telah diserahkan bantuan pada 5 panti asuhan yang ada di Kota Padang.

Dia menambahkan JPS Bhakti untuk Negeri ini merupakan tahap tiga. Tahap awal, penyerahan bantuan dilepas Kapolda Sumbar di Mapolda Sumbar pada Ahad (18/7/2021).

Sedangkan tahap dua, pelepasan di DPRD Sumbar oleh Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldi di DPRD Sumbar. “Dan tadi, dilepas, Anggota DPD RI, Hj. Emma Yohana. Kegiatan ini akan terus berlanjut dengan pembukaan dompet amal oleh JPS, ” ujar Pemred mimbarsumbar.id ini.

Camat Lubuak Bagaluang yang diwakili Sekretaris Camat, Fauzi Mahfuz mengapresiasi bantuan yang disalurkan JPS. Menurutnya, JPS tidak hanya sekedar garda terdepan dalam memerangi hoax, tapi memperlihatkan kepedulian dengan memberikan bantuan secara langsung pada masyarakat.

“Terimakasih JPS. Teruslah berkiprah dan peduli pada masyarakat. Mereka sangat butuh informasi yang benar. Lebih dari, mereka juga butuh kepedulian di tengah kondisi yang tidak menentu ini,” ujar Fauzi Mahfuz dalam penyerahan santunan untuk anak yatim di Masjid Al Quwait, Banuaran, Jumat, 6 Agustus 2021.

Dia meyakini tidak banyak yang bisa berbuat di tengah pandemi ini. Tapi, aksi JPS patut disyukuri dengan penyerahan bantuan Bhakti untuk Negeri ini. “Mudah mudahan aksi ini akan terus berlanjut dan mendapat berkah dari Allah SWT, ” ujarnya

Sebelumnya, Koordinator Jumat Berkah Berbagi, Herwaty Taher berterima kasih pada JPS yang ikut memberi santunan di program Masjid Al Quwait. Perempuan keturunan Tionghoa yang mualaf ini menjelaskan, program Jumat Berkah Berbagi Masjid Al Quwait telah terhenti selama 2 pekan, lantaran donatur tetap terpapar COVID-19.

“Donatur program ini, sebagian besar teman teman Alumni SMA 1 Padang tamatan 1987. Beberapa waktu, sebagian mereka menjalani isolasi mandiri. Alhamdulillah, hari ini JPS kembali melanjutkan program Jumat Berkah Berbagi. Kita berharap, hal ini terus berlanjut. Karena, menyantuni anak yatim merupakan tanggungjawab kita bersama, ” ujar Herwaty Taher yang juga Ketua RT 01 RW 10 Kelurahan Banuaran.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Quwait, yang juga Anggota JPS, Saribulih mengatakan total anak yatim yang ada di Banuaran adalah 108 orang. Namun, lantaran terbatasnya dana yang terkumpul dari donatur, maka santunan terpaksa dilakukan secara bergilir.

“Khusus hari ini diserahkan untuk 50 anak yatim. Semua bantuan berasal dari aksi peduli JPS Bhakti untuk Negeri. Terakhir, juga ada tambahan bantuan dari Ibu Hj. Emma Yohana dan langsung digabungkan pada yang telah tersedia sebelumnya, ” ujar Saribulih yang juga Ketua RT 04 RW 11 Kelurahan Banuaran ini.

Saribulih menjelaskan semua anak yang dapat santunan adalah mereka yang tinggal bersama orang tua perempuan atau nenek mereka. “Jadi mereka sangat jarang mendapat bantuan. Dengan dasar itu pula membuat program Jumat Berkah Berbagi, ” ujarnya.

Hadir dalam penyerahan bantuan, Camat Lubuak Bagaluang yang diwakili Sekcam Fauzi Mahfuz, Sekretaris JPS, Jondra Polta, Almudazir, Mona Siska dan Gusdi Riko Putra (Anggota JPS). Juga Pengurus Majelis Taklim, Guru Rumah Tahfizh Alquwait dan para penerima bantuan. (Rel JPS)

 

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Rektor UM Sumbar Dr. Riki Saputra sedang menjelaskan perihal konferensi internasional ICoNTISH kepada para jurnalis dan peserta konferensi pers

Pertama Kali Digelar PT sejak Pandemi Covid-19, UM Sumbar akan Gelar Konferensi Internasional ICoNTISH

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Melakukan penelitian dan menulis merupakan sebuah kewajiban bagi seorang akademisi. Selain itu, ...