Helikopter tersebut dimanfaatkan perdana di Sumbar selama empat hari untuk menyalurkan logistik ke daerah bencana dan alat pelindung diri (APD) untuk penanganan pandemi Covid-19. Belum lagi untuk pendistribusian bantuan-bantuan logistik yang bersifat darurat saat bencana.
“Kalau dalam kondisi darurat, kita harus tetap berupaya melakukan yang terbaik agar risiko bisa diminimalisir dan tidak jatuh korban. Warga terdampak bencana jadi prioritas utama. Pasokan logistik harus cepat didistribusikan bagaimanpun caranya,” ungkapnya di sela kegiatan penanganan bencana beberapa waktu lalu.
Provinsi Tangguh Bencana
Selama menjabat Kalaksa BPBD Provinsi Sumbar, Erman Rahman juga mencanangkan “Menuju Provinsi Sumbar Tangguh Bencana”. Gerakan ini bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan kebencanaan. Pemberian pengetahuan mitigasi bencana, sosialisasi dan pelatihan relawan kebencanaan di daerah, termasuk simulasi bencana.
Dengan memberikan mitigasi bencana, masyarakat akan menjadi tahu dan paham hingga merasa nyaman. Risiko kerusakan dan jatuhnya korban jiwa dapat diminimalisir.