Beranda - Berita Pilihan - Akhirnya, Sosok Pria Tergeletak di Pasar Cik Puan Pekanbaru Meninggal
Petugas Gugus Tugas Covid-19 Pekanbaru Riau menyelamatkan seorang pria lansia tergeletak di meja lapak pedagang Pasar Cik Puan Sukajadi Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Riau,
Petugas Gugus Tugas Covid-19 Pekanbaru Riau menyelamatkan seorang pria lansia tergeletak di meja lapak pedagang Pasar Cik Puan Sukajadi Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Riau,

Akhirnya, Sosok Pria Tergeletak di Pasar Cik Puan Pekanbaru Meninggal

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Pekanbaru – Seorang pria berisinial Y (70) dinyatakan meninggal setelah sempat dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Sebelum dinyatakan meninggal dunia, korban ditemukan tergeletak di Pasar Cik Puan, Pekanbaru, Kamis (21/5/2020) pagi.

Koordinator Penanganan Covid-19 Riau, Mimi Yuliana Nazir sebagaimana dilansir sindonews, mengatakan, setelah ditemukan tak sadarkan diri, petugas kesehatan dengan menggunakan perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) membawa korban ke rumah sakit. “Pasien yang pingsan di Pasar Cik Puan meninggal dunia pukul 18.45 WIB,” ucap Mimi Kamis (21/5/2020).

Simak : Sosok Pria Tergeletak di Pasar Cik Puan Pekanbaru

Dia menjelaskan, bahwa pasien ditemukan tak sadarkan diri oleh warga dan pedagang di sana pukul 7.45 WIB. Warga yang tidak berani mendekat, akhirnya memanggil pihak kepolisian. Tidak berapa lama pihak kepolisian mendatangi Pasar Cik Puan yang berada di Jalan Tuanku Tambusai.


Polisi pun menghubungi tim medis dan mengamankan lokasi. Tidak berapa lama tim medis datang ke lokasi dan membawa pasien yang tidak sadarkan diri. Setelah dibawa ke rumah sakit, tim medis melakukan penanganan. Namun pasien tidak kunjung sadarkan diri. Pihak rumah sakit menghubungi pihak keluarga.

“Dari keterangan keluarga, pasien mempunyai riwayat penyakit jantung. tadi sudah dikonsultasikan ke bagian syaraf, tidak tampak tanda tanda stroke,” imbuhnya.

Namun demikian berdasarkan hasil observasi, ada ditemukan gangguan paru. “Hasil periksaan CT scan otak, ada tanda infeksi ringan di paru, ” imbuh Mimi yang menjabat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau. (*)



Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

234 SC Regwil Pasbar, Tabur Bunga di Makam Pahlawan

Spiritsumbar.com, Pasaman Barat – Sebagai generasi muda penerus bangsa Indonesia, dalam setiap kesempatan harus mampu ...