Sabtu , 25 September 2021
Depan - Berita Pilihan - AKBP Imran : Unjuk Rasa Punya Misi Agar Kota Padang Chaos
Kapolres Padang, AKBP Imran Amir
Kapolres Padang, AKBP Imran Amir

AKBP Imran : Unjuk Rasa Punya Misi Agar Kota Padang Chaos

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.COM, Padang – Semua tuntutan pengunjuk rasa tentang UU Omnibus Law Cipta Kerja telah dipenuhi, baik oleh DPRD Sumbar maupun gubernur. Namun, tetap berlanjut, lantaran mereka punya agenda agar Kota Padang chaos atau kacau.

Hal itu dikatakan Kapolres Padang, AKBP Imran Amir disela – sela pendataan peserta unjuk rasa anak anak yang berhasil diamankan, di DPRD Sumbar, Jumat, 9 Oktober 2020.

AKBP Imran tidak melarang dan mempersilahkan masyarakat menyampaikan aspirasi ke DPRD ini. Namun dia menyayangkan, unjuk rasa Omnibus Law itu telah disusupi oleh provokator yang merencanakan Padang ini chaos. “Hari ini, puncaknya mereka melaksanakan demonstrasi,” ujarnya.



Imran mengaku telah mendalami, ternyata peserta unjuk rasa sudah disusupi oleh anak anak dan pengangguran. “Ternyata yang kita amankan juga ada yang membawa klewang yang digunakan untuk penganiayaan pada masyarakat dan aparat,” ujarnya.

“Sampai saat ini sudah diamankan 76 orang dan ini akan bertambah terus. Sedangkan kemaren diamankan sebanyak 84 orang,” ujarnya.

Tragisnya, peserta unjuk rasa dari kalangan anak anak dan pengangguran ini justru berasal dari luar Kota Padang. “Mereka yang diamankan kemaren telah disampaikan ke orang tuanya dan sekolahnya. Mereka berasal dari Padang Pariaman, Dharmasraya dan tempat lain. Mereka tidak ada agenda ke Padang. Mereka ke sini diajak dan dibayar,” ujarnya.

Dari pantauan Spiritsumbar.com di lapangan, DPRD Sumbar masih dikelilingi kawat berduri. Begitu juga dengan petugas, selain berdiri di sepanjang ruas jalan depan kantor DPRD Sumbar, mereka juga melakukan penyisiran pada sejumlah lokasi.  Sasaran mereka adalah, para pelajar. Diketahui peserta aksi demo sebelumnya sempat bertindak anarkis. (Salih)

Tip & Trik

loading…


Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

PON XX Papua 2021, Kontingen Sumbar : Papua Sangat Kondusif

SPIRITSUMBAR.com, Papua – Kondisi empat kluster kota dan kabupaten pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX ...