Depan - Berita Pilihan - Air Bersih Payakumbuh Jadi Perhatian
Belajar ke Payakumbuh
Belajar ke Payakumbuh

Air Bersih Payakumbuh Jadi Perhatian

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Keberhasilan Kota Payakumbuh dalam mengelola air minum dan sanitasi, menarik pemerintah daerah lain untuk datang melakukan studi banding ke Kota Batiah ini.

Salah satunya, Provinsi Jawa Barat yang  mengutus sejumlah pejabat setingkat eselon II dan III terkait datang ke Payakumbuh,  untuk belajar mengenai pengelolaan sarana air bersih, pengelolaan sampah pasar, sekolah sehat, dan Kota Sehat.

Rombongan tamu  dari bmi Pasundan tersebut berjumlah 8 orang itu, sebelum turun ke lapangan, diterima Asisten II Amriul Dt. Karayiang di Aula Balaikota lantai 2, Jumat (29/4/2016). Selain Asisten II, juga ikut hadir Dirut PDAM Herry Iswahyudi, Sekretaris Dinas Pendidikan Yunida Fatwa, Sekretaris Bappeda Ismed Ibrahim, Kabid Fisik Onwilson dan Kabag Dalminbang Meizon Satria.

Rombongan Jawa Barat  dipimpin Suliyanti, ME, Kabag Pekerjaan Umum, Energi dan Sumber Daya Mineral Biro Perekonomian Setdaprov, bersama Kasubbag Pemukiman dan Perumahan Dra. Hj. Ajeng Moelyanawati, M.Si, Kasubag Bina Marga dan Perhubungan Ir. Lilis Anggraeni, MT, serta 5 orang fungsional umum yaitu Nenih Hidayani, SE, R. Krisna Gunara, S.Hut, Hafid Firmansyah, S.AP, Aceng Kusmayadi, A.Md dan Dewi Kania, ST.

Menurut  Suliyanti, Kota Payakumbuh termasuk kota yang terkenal dalam keberhasilannya mengelola sanitasi dan lingkungan yang sehat di Indonesia. Apalagi, Kota Payakumbuh telah 4 kali menerima penghargaan sebagai Kota Sehat sejak 2006 yang lalu. “Keberhasilan itu cerminan kerja keras dan manajemen kota yang baik dari Pemko-nya. Ditambah dukungan dari masyarakatnya yang ikut  berperan dalam menyukseskan program  dalam meciptakan lingkungan yang sehat. Hal inilah yang ingin kami tiru dan terapkan di daerah kami,” ujar Suliyanti.

WBA

Baca The Public, Terbit Tiap Senin
Baca The Public, Terbit Tiap Senin

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Padang Lakukan Penyekatan PPKM dari RT Hingga Kelurahan

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV harus diimbangi dengan pengawasan ...