Senin , 21 September 2020
Beranda - Covid19 - Ada Apa Dengan Virus Corona

Ada Apa Dengan Virus Corona

Print Friendly, PDF & Email

Coronavirus disease 2019 (covid-19) atau virus corona menjadi catatan kelam sejak awal tahun 2020. Virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, China, itu membuat semua orang khawatir.

Virus corona jenis baru, severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2), telah menginfeksi ratusan ribu orang di 200 lebih negara dalam waktu kurang dari tiga bulan.

Ketika tren infeksi di China terus mengalami penurunan, angka terinfeksi di negara-negara lain justru mengalami lonjakan. Amerika Serikat, Italia dan Iran menjadi dua negara dengan jumlah kasus terbesar di luar China serta belum menunjukkan penurunan tren infeksi hingga saat ini.

Baca : Berkumur Dengan Garam Dapur, Ternyata Punya Khasiat Luar Biasa


Artikel Lainnya

loading…


Sejumlah penelitian di berbagai negara terus dilakukan untuk menemukan berbagai cara penularan virus corona. Dengan demikian, bisa dilakukan upaya pencegahan dan penanganan.

Cara penularan virus corona jenis baru, SARS-CoV2, masih terus diteliti. Untuk mengetahui karakteristik virus ini dan bagaimana penularan serta penyebarannya.

Namun, WHO menjadikan penularan MERS dan SARS sebagai acuan, karena penyebabnya berasal dari kelompok virus yang sama, yaitu coronavirus.

Penularan virus corona bisa terjadi melalui berbagai hal berikut: Droplets atau tetesan cairan yang berasal dari batuk dan bersin Kontak pribadi seperti menyentuh dan berjabat tangan
Menyentuh benda atau permukaan dengan virus di atasnya, kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata sebelum mencuci tangan. Kontaminasi tinja (jarang terjadi).

Baca : RSUD Rasidin Padang Jadi Rumah Sakit Khusus Covid-19

Sebuah studi terbaru menunjukkan potensi penularannya melalui udara. Ketika seseorang batuk atau bersin dan mengeluarkan cairan mengandung virus, berpotensi akan menyebar ke udara dan bisa langsung masuk ke tubuh orang lain jika berada dalam posisi berdekatan.

“Virus ini ditularkan melalui tetesan, atau sedikit cairan, sebagian besar melalui bersin atau batuk,” kata Kepala Unit Penyakit Emerging dan Zoonosis WHO Dr Maria Van Kerkhove, dilansir dari CNBC.

Bahkan, para peneliti menemukan bahwa virus itu bisa bertahan dalam jangka waktu tertentu di udara dan menempel di permukaan benda, bergantung pada beberapa faktor, seperti panas dan kelembaban.



 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Siburman Rajo Hitam Dinobatkan Menjadi Raja Adat Air Haji

Spiritsumbar.com, setelah lama balipek (berlipat), akhirnya Air Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, ...