Kamis , 23 September 2021
Depan - Berita Pilihan - 9 Bakal Tereliminasi, 30 Calon Komisioner KPID Sumbar Bersaing Ketat
HM Nurnas buka uji tulis calon KPID Kamis 2 September 2021 di DPRD Sumbar (foto: dok)
HM Nurnas buka uji tulis calon KPID Kamis 2 September 2021 di DPRD Sumbar (foto: dok)

9 Bakal Tereliminasi, 30 Calon Komisioner KPID Sumbar Bersaing Ketat

Print Friendly, PDF & Email

Padang – Sebanyak 30 calon komisioner, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memulai pertarungan adu otak. Mereka bersaing melalui ujian tulis di ruang rapat khusus DPRD Sumbar, Kamis, 2 September 2021.

Ujian berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) covid-19 secara ketat. Hal ini harus dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19.

Sekretaris Komisi I DPRD Sumbar HM Nurmas membuka tahapan seleksi ujian tulis KPID Sumbar mengatakan proses seleksi ini dalam rangka mencari komisioner KPID yang mumpuni.

“Lima Tim Seleksi (Timsel) yang kami (DPRD, -red) tetapkan silahkan bekerja menyeleksi calon untuk mendapatkan 21 nama yang diserahkan ke DPRD Sumbar karena itulah tugas Timsel menyeleksi dari awal sampai 21 nama diserahkan,” ujar HM Nurnas.

Nurnas menegaskan DPRD tidak akan intervensi Timsel, jadi Timsel bekerjalah profesional.

Kerja Timsel berat karena mencari KPID Sumbar yang mumpuni dan jumawa menjalankan kewenangan diberika UU tentang Penyiaran.

“Dunia tanpa sekat tugas KPID berat sebagai lembaga pengawas siaran, jadi jangan Timsel asal pilih, 21 nama maksimal disampaikan ke DPRD adalah calon yang betul-betul. paham dan mampu memaknai tugas dan wewenang KPID,” ujar HM Nurnas.

Jujur, kata HM Nurnas soal uji tulis hari ini adalah very very secret.”Saya sebagai bagian membentuk Timsel, soal hari ini adalah hantu,” ujar Nurnas.

Selamat ujian, jadi kata HM Nurnas fokus dan jadilah yang terbaik, 21 nama lolos maksimal dikirim ke DPRD dan kami melakukan fit and properstest menjadikan 14, tujuh terpilih tujuh cadangan, itu aturannya,” ujar HM Nurnas.(*)

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bupati Pessel : Keterbukaan Informasi Tak Bisa Ditawar

SPIRITSUMBAR.com, Painan – Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar, membuka acara bimbingan teknis (Bimtek) pemeringkatan ...