Beranda - Berita Pilihan - 88 Ekor Trenggiling Terbunuh, Polres Pasbar Ungkap Perdagangan Hewan Langka

88 Ekor Trenggiling Terbunuh, Polres Pasbar Ungkap Perdagangan Hewan Langka

Print Friendly, PDF & Email

88 Ekor Trenggiling Terbunuh,
Polres Pasbar Ungkap Perdagangan Hewan Langka

SpiritSumbar.com – Pasaman Barat – Polres  Pasaman Barat berhasil mengungkap perdagangan sisik trenggiling terbesar di Indonesia. Tak tanggung tanggung, sebanyak 22 kg, berhasil di ungkap jajaran Polres  Pasaman Barat unit tipidter Satreskrim  di Kampung Masjid Nagari Desa Baru, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat pada Kamis, 30 Juli 2020 sekitar pukul 02.00 Wib dini hari.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Sugeng Hariyadi didampingi Kasat Reskrim AKP Omri Yan Sahureka melalui Kanit Tipidter Iptu Ferly Marasin mengatakan, bermodalkan laporan masyarakat terkait adanya jual beli bagian sisik hewan langka yang dilindungi undang – undang yang terjadi di Nagari Desa Baru.

Kronologis penangkapan para pelaku Joint Investigasi bersama dengan Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam Seksi Wilayah I Pasaman Sumatera Barat dalam hal menggagalkan transaksi jual beli Hewan Satwa yang dilindungi yakni berupa Sisik atau Kulit (Manis Javanica) atau yang dikenal dengan Trenggiling bertempat di Kampung Masjid Nagari Desa Baru Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat.

“Dalam operasi tersebut diamankan tiga orang yang berinisial masing – masing yakni IS, R, dan S. dimana karena perbuatan mereka diduga kuat melanggar Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem,” ujar Iptu Ferli Marasin di Simpang Empat.

Para pelaku saat di tempat kejadian Perkara mengaku
sisik kulit Trenggiling kurang lebih sebanyak 22 kg milik mereka. saat digrebek ketiga pelaku tidak melakukan perlawanan. Ketiga pelaku akhirnya langsung diamankan dan dibawa ke Polres Pasaman Barat.

Ketiga pelaku di ancam melanggar Pasal 21 ayat (2) huruf d Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya ancaman pidana 5 tahun penjara dan denda Rp100 juta rupiah, dari hasil penyelidikan sisik hewan langka tersebut rencananya  dijual ke Bangko Provinsi Jambi, Sebut Kanit Tipidter Iptu Ferly.

Saat ini pelaku beserta barang bukti di bawa dan diamankan di Polres Pasaman Barat untuk di dalami penyelidikan lebih dalam.

Ia menambahkan, dari hasil penangkapan ini sisik trenggiling seberat 1 kg bisa membunuh 4 ekor trenggiling. Berarti dengan 22 kg sama dengan 88 ekor trenggiling yang terbunuh, dan ini merupakan kasus trenggiling hewan langka yang dilindungi penangkapan terbesar di Indonesia.

Sementara itu, pengungkapan operasi penangkapan pelaku jual beli hewan langka ini dibantu seluruh Personil  KBO Reskrim, dan Seluruh personil Unit Tipidter Res Pasaman Barat.Sebut Iptu Ferly.(Buyung)

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Simpan Sabu dan Ekstasi Dalam Kotak Rokok, Dua Pemuda pengangguran Diringkus Polisi

Spiritsumbar.com,Solok– Satuan Resnarkoba Polres Solok Kota  meringkus dua pemuda pengangguran yang menyimpan Narkotika jenis sabu ...