Beranda - Covid19 - 53 Santri dari Jatim Kembali Masuk Dharmasraya, Rombongan Lainnya Menyusul
Santri memasuki Dharmasraya saat dilakukan pemeriksaan
Santri memasuki Dharmasraya saat dilakukan pemeriksaan

53 Santri dari Jatim Kembali Masuk Dharmasraya, Rombongan Lainnya Menyusul

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Dharmasraya – Puluhan santri dari Pondok Pesantren Tembora, Jawa Timur, telah tiba di pintu masuk Sumatera Barat, Sabtu (18/4 /2020)  Santri berasal dari berbagai kota Kabupaten di Sumatera Barat termasuk Kabupaten Dharmasraya.

Untuk mencegah penyebaran Corona Virus Disaese (COVID-19) para santri dilakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD Sungai Rumbai perbatasan Jambi-Sumbar pada hari Sabtu (18/4 /2020)

Juru bicara Penanganan COVID-19 Dharmasraya dr Rahmadian melalui Direktur RSUD Sungai Rumbai Dr. Sujito yang ditemui awak media di Halaman RSUD Sungai Rumbai menjelaskan ada satu bus rombongan santri dengan jumlah 53 orang masuk sumbar sekitar pukul 10.00 WIB.

“Para santri itu, 25 orang berasal dari Dharmasraya dan selebihnya menyebar di daerah kabupaten/kota di Sumbar,” ujarnya.

Ia menyebutkan 25 santri Dharmasraya itu berjenis kelamin laki-laki. Tersebar di Kacamatan Asan Jujuhan 12 orang, Kecamatan Sungai Rumbai empat, Kecamatan Koto Baru enam, Kecamatan Sitiung satu, dan Kecamatan Koto Salak dua. Ia mengatakan terhadap 25 santri dilakukan pemeriksaan sesuai protokol yang sudah dianjurkan.

Dari hasil pemeriksaan oleh tim yang bertugas semuanya sehat dan tidak ada indikasi COVID-19. “Selanjutnya 25 santri asal Dharmasraya akan melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari ke depan,” ujarnya.

“Karena pemerintah belum ada lokasi karantina, maka seluruh santri ini manjalalani karantina mandiri di rumah masing-masing, selama di rumah menggunakan masker, hindari kontak langsung dengan keluarga, kamar terpisah, dan protokol lainnya yang harus dipatuhi,” ungkap dia.

Menurut dia rencana besok Ahad (19/4/2020) akan datang kembali sekitar 25 santri dari Jatim, dan akan lakukan juga pemeriksaan kesehatan.

Sebelumnya, tambah dia pada Rabu (15/4) juga sudah dilakukan pemeriksaan 48 santri asal kabupaten Dharmasraya yang baru datang dari Jatim. Seluruh santri berjenis kelamin perempuan itu sehat dan juga menjalani karantina mandiri.(Eko)

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Alirman Sori dan Syafrizal Ucok

91,92 Persen Tersalurkan, Anggota DPD-RI Puji BLT Dana Desa Sumbar

Spiritsumbar.com, Padang – Percepatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di Provinsi Sumbar, yang ...