Beranda - Berita Pilihan - 15 Daerah di Sumbar Tunda PBM Tatap Muka
Wakil Walikota, Asrul, dan Sekda Kota Padang Panjang, Sony Budaya Putra
Wakil Walikota, Asrul, dan Sekda Kota Padang Panjang, Sony Budaya Putra

15 Daerah di Sumbar Tunda PBM Tatap Muka

Print Friendly, PDF & Email

Padang Panjang, Spiritsumbar,- Kota Padang Panjang dan 14 kabupaten/kota lainnya di Sumatera Barat pastikan belum menerapkan pembelajaran tatap muka pada Tahun Ajaran 2020/2021.  Sebab, di daerah tersebut masih ditemui pertambahan kasus positif covid-19, dan belum termasuk zona hijau.

Sementara empat daerah lainnya,  Kabupaten Pesisir Selatan, Pasaman Barat, Kota Pariaman, dan Kota Sawahlunto mulai menerapkan pembelajaran tatap muka di pertengahan Juli 2020 ini, sesuai protokol kesehatan covid-19.

Pertimbangan lainnya yang disampaikan Wakil Walikota Padang Panjang, Asrul, pada evaluasi penerapan tatanan hidup normal baru produktif dan aman covid-19 bersama Pemprov  Sumbar yang digelar secara virtual, Senin, 5/7/2020,  terkait dengan surat edaran Kemendikbud RI tentang aktivitas pembelajaran di sekolah.



Isi surat edaran tersebut antara lain, sekolah yang sudah bisa kembali melakukan aktivitas pendidikan secara tatap muka yaitu yang berada di wilayah zona hijau (tidak memiliki penambahan kasus covid (+)) selama sebulan terakhir di daerah tersebut. Sedangkan Kota Padang Panjang termasuk wilayah zona kuning, dan beresiko karena masih terdapat  kasus covid (+).

Ada empat agenda yang dibicarakan oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, kepada seluruh Bupati/Walikota, yaitu tentang kajian Epidemiologi, Evaluasi Pelaksanaan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19, Penanganan Covid-19, serta Persiapan Menghadapi Tahun Ajaran baru.

Pada poin terakhir tentang Persiapan Menghadapi Tahun Ajaran Baru Pendidikan, Gubernur Irwan memberi kebebasan kepada masing-masing Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat untuk menerapkan kebijakan metode pembelajaran secara tatap muka ataupun tatap maya.⁣⁣⁣



“Kami pemerintah Provinsi mendukung apapun kebijakan yang dibuat oleh pemerintah daerah untuk pelaksanaan tahun ajaran baru 2020/2021, baik itu membuka kembali pendidikan tatap muka maupun melanjutkan pendidikan tatap maya, “ucap Irwan.

Setelah melakukan diskusi dan pembahasan antara Gubernur Provinsi Sumatera Barat dengan bupati/walikota, 4 dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat memilih untuk membuka kembali pendidikan tatap muka.

Sementara itu Kota Padang Panjang bersama dengan 14 kabupaten/kota lainnya memilih untuk tidak membuka pendidikan tatap muka dan melanjutkan pendidikan secara tatap maya (online). Hal ini dilakukan karena masih adanya penambahan kasus Covid (+) selama satu bulan terakhir di Kabupaten/Kota tersebut.⁣

Seperti diberitakan Spiritsumbar.com sebelumnya, sejalan masuknya covid -19 di Indonesia,  pelajar di Sumbar  sejak  minggu ke 3 Maret 2020 tidak lagi belajar  tatap muka di sekolah. Melainkan secara online dari rumah masing masing.

Dan, beberapa waktu lalu ketika Padang Panjang  kembali ke zero covid  ada rencana pola belajar kembali tatap muka di ruang kelas.

Sejalan itu,  sekolahpun mulai mempersiapkannya dengan protokol kesehatan, bahkan ada yang  merencanakan  membuka jam belajar  dua sif pagi dan sore  karena jumlah murid tiap kelas hanya separoh dari sebelum covid. (yetti harni)

Tip & Trik

loading…


<<< Sebelumnya

Selanjutnya>>>



Tentang Yetti Harni

mm

Baca Juga

PTPN IV Gelontorkan 4,9 Milyar Rupiah Untuk Perangi Covid-19

Spiritsumbar.com,Medan – PTPN IV telah menggelontorkan dana Rp4,9 miliar lebih, untuk membantu berperang melawan coronavirus ...