Beranda - Headline - Zulhijani, Buka Jendela Dunia Untuk Desa Lumindai
Zulhijani
Zulhijani

Zulhijani, Buka Jendela Dunia Untuk Desa Lumindai

Print Friendly

Spiritsumbar.com, Sawahlunto – Tak sekedar mengajak anak-anak dan masyarakat untuk gemar membaca, Taman Baca Masyarakat (TBM) Pelangi yang didirikan oleh Zulhijani, S.Sos sejak 10 tahun silam telah berperan  nyata meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Lumindai akan pentingnya ilmu dan prestasi.

Mengikhlaskan  ruang tamu rumah pribadi sebagai TBM yang disesaki tak kurang dari 1500 buku, dan memanfaatkan teras sebagai tempat aktifitas belajar mengajar. Kini tak kurang dari 40 anak sehari-hari mengikuti berbagai aktifitas belajar luar sekolah di rumahnya secara gratis. Ada yang mengikuti kelas membaca, kelas menulis, kelas bahasa inggris, kelas matematika, hingga kelas tahfidz Quran dan kelas olahraga catur serta olahraga panjat tebing.
Artikel Lainnya

loading…


Kiprahnya membangun budaya membaca dan belajar tanpa pamrih ditengah masyarakat desa Lumindai  mengantarkannya menjadi wakil Sawahlunto dalam penilaian Perempuan Inspiratif tingkat Sumatera Barat tahun 2017.

Saat penilaian dan kunjungan yang dilakukan Oleh Tim Provinsi Rovanly Abdams Setdako Sawahlunto pada 27 Oktober 2017, ia berharap perjuangan dan prestasi Zulhijani akan menginspirasi kaum perempuan Sawahlunto lainnya untuk aktif berbuat secara nyata di tengah masyarakat. Karena menurutnya kaum perempuan adalah penentu kualitas generasi bangsa ke depan.

Zulhijani Perempuan alumnus UNAND ini mengaku sengaja membuka pintu rumahnya untuk fasilitas kegiatan belajar  masyarakat  tanpa memungut bayaran, karena melihat kondisi masyarakat Desanya yang bisa dibilang masih tertinggal khususnya di bidang pendidikan.

“Di desa ini  masih ada anak-anak putus sekolah, selain karena faktor kesadaran dan ekonomi masyarakat, juga karena faktor geografis dan keterbatasan fasilitas pendidikan. Banyak orangtua yang terkendala menyekolahkan anak ke tingkat lanjut karena untuk meneruskan pendidikan lanjutan tingkat atas (SLTA)  jarak tempuh ke kota cukup jauh dan butuh biaya transportasi yang lumayan besar,” ujar ibu tiga anak kelahiran Desa Lumindai 40 tahun silam.

“Awalnya saya hanya ingin punya pustaka pribadi, kemudian saya berfikir, manfaat membaca ini harus saya sebar. Sebagai orang yang berilmu saya punya tanggung jawab besar kepada masyarakat untuk membuka paradigma dan memotifasi mereka melihat kemajuan dunia dan memajukan pola fikir generasi muda khususnya” ujarnya menceritakan awal pendirian TBM.

Berawal dari kesadaran itu di tahun 2007 perempuan yang pernah berkarya di lembaga legislatif ini mengontrak sebuah bangunan sederhana di dekat Balai desa menjadi pustaka umum yang terbuka untuk siapa saja.

Ia mengajak pemuda desa dan relawan untuk berpartisipasi mengelola dan menarik minat masyarakat untuk datang ke Pustaka tersebut.

“Awalnya sepi, lalu kami menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti lomba puisi, lomba bercerita hingga lomba menulis surat cinta untuk IBU guna menarik minat anak dan kaum perempuan untuk datang. Saya juga berusaha mensosialisasikan manfaat membaca lewat majelis taklim dan forum desa lainnya” lanjutnya.

Dengan berbagai kegiatan tersebut, di tahun 2009 TBM Pelangi mendapat apresiasi sebagai Taman Baca Masyarakat dengan Pengelolaan terbaik.

Setelah 10 tahun berjalan Zulhijani melakukan pengembangan pengelolaan TBM, tidak sekedar menjadikannya tempat membaca tetapi juga mengajak anak-anak desanya untuk memperdalam ilmu dan mempelajari berbagai hal.



Dengan dukungan suami tercinta dan relawan yang memiliki komitmen yang sama untuk generasi muda, ia membuka lebar pintu rumahnya bagi anak-anak yang ingin belajar membaca, menulis, hafidz Quran, bahasa inggris, matematika, catur dan panjat tebing Tampa memungut bayaran.

Sebagai TBM binaan Dinas Pendidikan untuk operational sehari-hari TBM Pelangi hanya mengandalkan Dana bantuan dari Dinas Pendidikan sebesar 150 ribu rupiah.

Berkat perjuangannya ini berbagai prestasi telah berhasil digapai oleh anak-anak desa Lumindai seperti  juara catur pada ajang O2SN dan  juara Panjat Tebing di ajang Porprov. Zulhijani mengaku dengan berbagi dan mengabdi untuk masyarakat sekitar, ia mendapatkan karunia kebahagiaan batin untuk diri dan keluarganya.(rni)

Editor : Saribulih

Baca juga:

loading…


Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Penemuan Sosok Mayat Gegerkan Warga Timpeh

Spiritsumbar.com, Timpeh – Warga Jorong Pinang Makmur Kanagarian Tabek Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya, digegerkan dengan ada ...