Beranda - Bisnis - Yosviandri : Ingin Maju, Harus Komit Dengan Keputusan

Yosviandri : Ingin Maju, Harus Komit Dengan Keputusan

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang – Jaringan Pemred Sumbar (JPS) gelar Kopi Darat (Kopdar) dengan Direktur Utama (Dirut) Yosviandri dan Komisaris PT Semen Padang (PTSP) Khairul Jasmi serta Diskusi dipandu oleh Kepala Biro Humas PTSP Anita.

Diskusi tentang Semen Padang dan Sumbar kedepan berlangsung di Elf Coffee, Padang, Rabu 19/2/2020

Pertemuan yang bertajuk silaturahmi tapi sarat pencerahan untuk memberikan masukan kepada JPS sebelum FGD Series di Jakarta, Kamis (20/2/2020) -Sabtu (22/2/2020)



Pemred Harian Haluan Rakhmatul Akbar saat membuka dialog mengatakan JPS wadah cair yang ingin mengangkat kegelisahan Sumbar diberbagai sektor.

Artikel Lainnya

loading…


“Bertemu Semen Padang merupakan hal penting, karena siapa pun tahu selama ini PT Semen Padang termasuk tumpuan utama ekonomi Sumbar, dari diskusi di ranah, mulai Kamis siang kita mengelaborasi pemikirian tokoh dan profesional di rantau untuk ditabulasi sebagai rekomendasi kepada siapa saja calon kepala daerah Sumbar kedepan,”ujar Rakhamarul Akbar.

Dirut PT SP Yosviandri mengawali paparan dengan menyentil anggapan PT Semen Padang itu sokuguru ekonomi Sumbar.

“Kalau itu terus dikoarkan, justru membuat potensi yang lain Sumbar tidak tegarap padahal potensi  itu banyak sebenarnya,”ujar Yosviandri yang cukup piawai berbaur dengan pers di Sumbar.

Bahkan dalam setiap kata mestinya jangan diputus dulu sebelum selesai bicara karena ketika itu sudah viral kaya Yosviandri mengembalikan ke fakta sebenarnya sulit.

“Saya yakin JPS mampu menjadi penyampai khabar yang proporsional dan profesional nan independen,”ujar Yosviandri.

Bahkan pro kontra Pertumbuhan Ekonomi Sumbar 7 persen bukan sesuatu yang sulit.

“Terpenting mau dan semua stakeholder satu visi, jangan belum apa-apa dibully, untuk menumbuhkan PE 7 persen mindset minangkabau harus diubah, jika tidak maka makin kedepan Sumbar semakin tergilas oleh kemajuan zaman,”ujar Yosviandri.

Yosviandri selalu menekankan bahwa begitu sudah keputusan maka itu harus dijalankan, berapa pun berat dibully atau dicerca media sosial.

“Kita harus paham bahwa di segi geografis memang Sumbar tidak menguntungkan buat investasi, belum lagi soal etitude budaya kerja, tapi bagi PT Semen Padang itu tantangan, terbukti semen sebagai industri besar tetap survive dan beri keuntungan, karena mampu mengembangkan networking dan bisnis turunan selain produksi semen tok,”ujar Yosviandri.

Akademisi Unand Ilham Aldelano Azre  menilai kekinian dengan market  pasar di Sumbar hanya 10 persen dari total produksi, jadi holding Semen Indonesia adalah pilihan cerdas yang diambil manajemen PT Semen Padang.

“Bertahan dengan kemandirian seperti minta spi off manajemen, jika itu dilakukan maka PT Semen Padang mundur seperti di era tahun kebangkitan PT Semen Padang yakni 1958 lalu,”ujar Azre biasa dosen FISIP Unand disapa wartawan di Padang.

Sementara owner tribunsumbar.com Adrian Toaik mengatakan ephoria masa keemasan pasar semen di Sumbar sudah lewat, sehingga itu keinginan PTSP pisah dari holding Semen Indonesia sebaiknya disimpan saja.

“Pabrikan besar dunia dan regional justru mempergencar networking dan memperluas pasar, kalau Semen Padang spin off manajemen, apa nggak rugi nantinya, pasal lokal Sumbar sudah stag,”ujar Adrian.

Yosviandri menekan bahwa PT Semen Padang tetap memiliki koor bisnis mengikuti market global.

“Etentitas bisnis tetap kita pertahankan dengan tidak meninggalkan aura Semen Padang sebagai pabrik tertua di Asia Tenggara yakni 8 Maret 1910. Tapi pasar modern tentu mengikuti trend yang digariskan PT Semen Indonesia,” ujarnya.

Bagi PT Semen Padang kesatuan visi dalam mengemban amanat tugas menjadi indikator produksi dan punya share market yang luas sangat dibutuhkan

“Kita siap dikritik untuk konstruktif dan kami percaya media di Sumbar bisa menyampaikan sesuatu itu dengan ‘tabayun’ dulu sebelum menshare ke ranah pembaca,”ujar Yosviandri.(rel jps)



 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Indra Catri

Dituding Otak Pencemaran Nama Baik, Indra Catri Sampaikan Klarifikasi

Spiritsumbar.com, Padang – Surat permintaan maaf, ES terhadap Ir. H. Mulyadi beberapa waktu lalu berbuntut ...