Beranda - Headline - Wawako Pariaman Gagas MTQ Nasional Tingkat Sumatera

Wawako Pariaman Gagas MTQ Nasional Tingkat Sumatera

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Pariaman – Setelah sukses menjadi tuan rumah MTQ Nasional Ke-37 tingkat Sumbar yang dilaksanakan minggu lalu. Dimana Kota Pariaman menjadi tuan rumah, telah membawa berkah bagi peningkatan ekonomi masyarakat Pariaman.

Ribuan pengunjung dan peserta dari kabupaten / kota yang ada di Sumbar memadati Kota Pariaman selama pelaksanaan MTQ digelar.

Disampaikan Ketua Panitia MTQ Nasional ke-37 tingkat Sumbar, Genius Umar, Selasa (14/11/2017), hadirnya ribuan orang ke Pariaman, telah membawa bekah bagi masyarakat.

“Kedai-kedai nasi mengalami peningkatan pemasukan. Jual beli mereka berlipat dari hari biasanya. Begitu juga dengan pedagang-pedagang di kawasan Pantai Gandoriah,” ujarnya.

Kontingen MTQ kabupaten / kota yang datang ke Pariaman, penginapannya kebanyakan memakai rumah-rumah penduduk. Sementara konsumsi makannya dibeli dari kedai-kedai nasi di sekitarnya.

Apa yang disampaikan Wakil Walikota Pariaman itu diamini oleh Yet (46 th) yang sehari-hari berjualan nasi di daerah Ampalu.

“Lebih kurang seratus bungkus nasi setiap hari untuk utusan MTQ Kabupaten Sijunjung,” ungkapnya sumringah.

Sukses sebagai tuan rumah MTQ diiringi juga dengan sukses prestasi, dimana Kota Pariaman berhasil meraih rangking 2 setelah Kota Padang.

“Bagi masyarakat Pariaman, persoalan syiar Islam itu tidak bisa ditawar-tawar. Orang Pariaman itu terkenal kuat agamanya,” tegas Genius.

Malahan, doktor lulusan IPB Bogor itu melempar gagasan iven MTQ yang pesertanya tingkat Sumatera. “Sepuluh provinsi di Sumatera menjadi peserta MTQ nya, dan Kota Pariaman siap sebagai pelaksana,” ujarnya optimis.

Sebagai daerah tujuan wisata, kata Genius, Kota Pariaman harus memperbanyak iven-iven yang bisa mendatangkan orang ramai. Sehingganya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. (Rel)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pemain Timnas U-16, Sutan Diego Armando Ondriano Zico. (foto pssi)

Sutan Zico Bakal Hadir di Opening Ceremony Minangkabau Cup 2018

SPIRITSUMBAR.com – Opening Ceremony Minangkabau Cup II tahun 2018 bakal tampil dalam suasana heboh dan ...