Beranda - Berita Pilihan - Warga Banuaran Tertidur di Atas Banjir
Usai Subuh, air setinggi 1 meter masih menggenangi Perum Mitra Utama 2 Banuaran (Foto: S.Datuak - Spirit Sumbar)
Usai Subuh, air setinggi 1 meter masih menggenangi Perum Mitra Utama 2 Banuaran (Foto: S.Datuak - Spirit Sumbar)

Warga Banuaran Tertidur di Atas Banjir

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.co.id – Hujan lebat yang mengguyur Kota Padang, Senin (11/4/2016) malam telah menimbulkan duka bagi Warga Perum Mitra Utama Banuaran, Kecamatan Lubuk Bagaluang, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.

Puluhan rumah terendam air setinggi 1 meter yang menyebabkan rusaknya perabotan dan barang elektronik masyarakat. Tragisnya, beberapa masyarakat baru mengetahui banjir menggenangi rumah mereka lantaran telah basah oleh jilatan air. “Kami kaget, karena tertidur diatas air,” ujar Agusri (55 tahun) Warga Perum Mitra Utama 2, Selasa (12/4/2016).

Menurutnya, banjir terjadi, Selasa, (12/4/2016) sekitar pukul 02.00 wib. “Selama ini, rumah kami tak pernah kena banjir. Itu, sebabnya kami tidak begitu peduli dengan hujan yang mengguyur, malam tadi,” ujarnya.

Dia menambahkan, penyebab banjir diduga karena tersumbatnya aliran air yang melewati bawah rel kereta api. Apalagi, setiap hujan berbagai jenis sampah memenuhi riol yang melewati Perum Mitra Utama 2 Banuaran. “Setiap hujan, dari hulu sampah berbagai jenis memenuhi riol. Kita sudah sering menyampaikan hal ini ke Pak Lurah. Bahkan Walikota Padang juga sudah pernah meninjau. Tapi, belum ada jalan keluarnya,” ujar Editorial (60 tahun) salah seorang warga menambahkan.

Sebelumnya, Syafril (65 tahun) pada media ini mengatakan, jika hujan turun Perum Mitra Utama 2 Banuaran bakal kebanjiran. Karena, pemilik sawah di hilir riol telah menutup saluran air. “Karena, padi mereka telah mulai panen, maka dia selalu menutup bagian hilir riol ini,” ujarnya, Minggu (10/4/2016)

Terkait persoalan ini, Anggota DPRD Padang, Masrul meminta Pemko Padang mencarikan solusi. Apalagi, ujarnya hampir setiap curah hujan tinggi, perumahan tersebut  selalu digenangi banjir.

“Mestinya Pemko Padang harus mencarikan solusi, terutama terhadap muara riol yang terlalu kecil. Begitu juga dengan sumber sampah dari hulu riol yang merupakan areal persawahan penduduk sebagai penyebab banjir,” ujarnya.

Dia berharap Lurah Banuaran harus proaktif dengan membangun komunikasi dengan kelurahan Parak Laweh Pulau Aie dan camat untuk menyelesaikan persoalan ini.

S.Datuak

Lebih lengkap, baca versi cetak:

The Public Edisi 19/12-17 April 2016 (Terbit Tiap Senin)
The Public Edisi 19/12-17 April 2016 (Terbit Tiap Senin)
loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Akhirnya Pelaku Pencuri di Dharmasraya Diciduk

SPIRITSUMBAR.com – Satu orang pelaku pencurian barang elektronik Sekolah MTS Kurnia Koto Salak,jorong Koto Tangah, ...