Kamis , 24 September 2020
Beranda - Berita Pilihan - Wanita Bawa Anjing ke Masjid, Polisi : Pelaku Diduga Depresi
Wanita diduga depresi bawa anjing ke masjid sedang bersitegang dengan pengurus masjid
Wanita diduga depresi bawa anjing ke masjid sedang bersitegang dengan pengurus masjid

Wanita Bawa Anjing ke Masjid, Polisi : Pelaku Diduga Depresi

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Jamaah dan warga sekitar Masjid Munawaroh, Sentul City, Kabupaten Bogor, dikagetkan oleh ulah salah seorang wanita yang membawa anjing masuk ke masjid. Lebih dari, wanita tersebut masuk juga dalam keadaan mengenakan sepatu.

Peristiwa yang terjadi, Ahad (30/6/2019) telah berdampak buruk terhadap kerukunan antar umat beragama di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Apalagi peristiwa ini juga direkam warga dan diunggah ke media sosial oleh akun Twitter @OppositeNewsID.

Alhasil, video yang berdurasi satu menit itu langsung viral dan ditanggapi dengan berbagai kecaman oleh warganet. Malahan, video tersebut juga dibagikan oleh banyak pihak melalui media sosial lainnya.



Dalam video itu, terlihat jelas wanita yang mengenakan baju putih dan celana hitam mengamuk. Wanita yang mengaku non muslim itu nampak berbicara kepada dua pria dengan nada keras. Ia sempat mempertanyakan suaminya yang masuk Islam dan dinikahkan di masjid tersebut.

Tonton Video Viral Wanita Bawa Anjing ke Masjid

Namun, peristiwa ini telah ditangani Polsek Babakan Madang, Kabupetan Bogor dan kondisi masjid serta jemaah, sudah kembali kondusif.

loading…


Berdasarkan pemeriksaan awal, wanita tersebut diduga depresi. Pelaku datang dan masuk ke masjid dalam kondisi marah-marah, serta membawa anjing ke dalam masjid.

“Dari keterangan, Ibu ini depresi. Namun, yang berhak mengatakan ini ahli. Sebab, dalam melakukan tindakannya, tidak dalam keadaan sadar, dia sedang marah-marah. Suaminya nikah lagi di masjid,” kata Kapolsek Babakan Madang, Kompol Wawan Wahyudin sebagaimana dilansir VIVA, Minggu 30 Juni 2019.



Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pieter Tobias Pattiasina Tuturkan Solusi Kongkrit Bagi Pelaku Usaha di Masa Pandemi

SPIRITSUMBAR.COM, Jakarta – Semenjak Coronavirus disease (covid-19) ini melanda negeri, begitu banyak kalangan yang merasakan ...