Jumat , 21 September 2018
Beranda - Headline - Wakil Ketua Polisikan Ketua BK, DPRD Padang Kembali Bergejolak

Wakil Ketua Polisikan Ketua BK, DPRD Padang Kembali Bergejolak

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang – Prahara konflik internal seperti tak akan berakhir di DRPD Padang. Malahan, konflik ini datang silih berganti.

Masih segar dalam ingatan persoalan pimpinan DPRD Padang, konflik baru pun kembali membahana. Kali ini konflik yang berujung ke kantor polisi terjadi antara Wakil Ketua DPRD Padang, Wahyu Iramana Putra dan Ketua Badan Kehormatan (BK), Amril Amin.

Malahan, Wahyu Iramana Putra telah mendatangi Polresta Padang, Kamis (4/1/2018) pukul 12.00 WIB. Dia menuju ruang penyidik kejahatan dan kekerasan (Jatanras) untuk membuat laporan polisi.

Hampir satu jam Wahyu Iramana Putra berada di ruang penyidik Jatanras hingga lanjut ke ruangan Reskrim Polresta Padang.
Dengan laporan polisi nomor LP/24/K/I/2018/SPKT Unit I tertanggal 4 Januari 2018, tentang  penghinaan dan perbuatan tidak menyenangkan.

Wahyu sebagaimana dalam laporannya mengatakan Amril Amir panggilan aciak, sempat dia tegur di kantin. “Tapi malah dia mencak-mencak hingga berkata kasar yang saya rasa tidak mencerminkan anggota DPRD,” ujarnya sebagaimana bunyi dalam laporan.

Wahyu mengaku tidak tahu penyebabnya, sampai dorong-dorong dan mengajak berkelahi. Tapi saya masih beranggapan baik, saya tenangkan dan menanyakan ada apa persoalannya?

Ini lembaga DPRD malu kita (ribut-ribut). Itu saja persoalan.
Diakuinya pada ribut tersebut sempat datang pihak kepolisian dan menyuruh polisi itu masuk ke ruangannya.

“Saya maunya damai saja.  Saya melaporkan Anggota DPRD tidak pantas berkata kasar. Laporan saya perbuatan tidak menyenangkan. Mencak-mencak itu sama saya persoalannya tidak tahu,” ujarnya.

Dari informasi yang beredar, terjadinya perang mulut sesama wakil rakyat tersebut berkaitan dengan upaya pergantian alat kelengkapan dewan (AKD).

Namun, kata Wahyu untuk ketua BK ada permohonan Rabu (3/1/2018)  supaya BK ini ditunggu. Namun, kata Wahyu ini merupakan keputusan rapat.

Ketika hal ini dikonfirmasi ke Amril Amin, Kamis (4/1/2018) diangkatnya, namun buru buru diputus kembali (Salih)

 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Rakor Penerimaan CPNS 2018

Dari 864 Formasi CPNS Sumbar, 613 Jatah Guru

SpiritSumbar.com – Pemerintah telah mengumumkan pembukaan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 untuk ...