Minggu , 18 November 2018
Beranda - Info Terkini - Wagub Nasrul Abit Jadi Inspektur Upacara Sumpah Pemuda
Nasrul Abit jadi pembina upacara Sumpah Pemuda
Nasrul Abit jadi pembina upacara Sumpah Pemuda

Wagub Nasrul Abit Jadi Inspektur Upacara Sumpah Pemuda

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Wakil Gubenur Sumatra Barat Nasrul Abit menjadi inspektur Upacara Bendera Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke 90 di tingkat Provinsi Sumatera Barat dengan tema Bangun Bangun Pemuda, Satukan Indonesia dan komandan upacara oleh Fahrul Lubis dari KNPI Sumbar, di Halaman Kantor Gubenur, Senin (29/10/2018).

Dalam kesempatan itu Wakil Gubernur Nasrul Abit membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga yang meyebutkan, Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Keppres nomor 316 tahun 1959.

Memperingati hari Sumpah Pemuda adalah bentuk mengenang jasa para pejuang Pemuda Indonesia untuk mempersatukan dan kesatuan negara Indonesia.

“Hari ini kita memperingati hari bersejarah bagi Indonesia yaitu hari sumpah pemuda ke 90 tahun 2018, kita semua berhutang budi kepada pemuda Indonesia tahun 1928 yang mendeklarasikan sumpah pemuda, sebagai ikrar, komitmen sebagai satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa Indonesia”, ujarnya

Wagub Nasrul Abit juga menambahkan, kepada generasi muda Indonesia saat ini agar juga memperlihatkan semangat kebangsaan dan kecintaan pada tanah air Indonesia dengan aktifitas inovasi, karya dan dharma bakti untuk ibu pertiwi.

Tantangan globalisasi saat ini agar menjadi semangat, bagaimana pemuda Indonesia tidak kenal kata menyerah dan tetap gigih meraih prestasi untuk kejayaan Indonesia. Selain itu juga wagub Nasrul Abit juga meminta generasi muda Indonesia mesti menanamkan nilai-nilai kebangsaan Indonesia dalam prilaku, yang berbudi pekerti, santun menghormati orang tua, pendahulu para pahlawan bangsa.

Jangan tanya apa yang diberikan negara kepada mu, akan tetapi apa yang telah engkau berikan kepada negara mu. Maka berjuang dan berusahalah untuk kemajuan dan kejayaan Indonesia demi kejayaan dan rasa bangga Indonesia di dadamu, ujar Nasrul Abit.

Wagub juga menghimbau kepada para pemuda Indonesia khususnya Sumatra Barat untuk selalu menjadi pemuda berkreatifitas dalam inovasi dan budipekerti dan juga mempunyai jiwa yang bertanggung jawab terhadap generasi mereka.

“Saya mengajak pemuda Indonesia khusunya Sumatra Barat, mari kita bangun negeri ini, dengan meneruskan cita-cita bangsa indonesia, dan mari kita berbuat apa yang bisa kita berikan kepada negara ini dan jangan pernah meminta apa yang diberikan negara kepada kita”, ajaknya

Dalam kesempatan itu juga diberikan penghargaan kepada Pelopor pemuda yang di apresiasi Pemerintah meliputi, Bidang Pendidikan Iqbal Musa, S. Hum juara pertama, Rahmadani Putri Zulkarnaen juara kedua, Imelda Ifni juara ketiga. Harfa Sakri, S. Pd. G.r, Erwindo tri Ermis, Mikrizal pemenang Aspek Sosial, Budaya, Parawisata dan Belanegara, Indra Muchlisin, Iznillah, S.Pd, Novia Nella pemenang Aspek Pengeloalan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Syahrefah, S.Sos.I, Toto Setiawan, Amd, Siska Febrina aspek Pangan, Wilea Meta, SI.I, MM, Muhammad Irfan Tasrid, SE, dan Jack Pratama Putra S pemenang Aspek Inovasi Teknologi.

Untuk mengapresiasi suatu inovasi, kreatifitas dan memberi manfaat bagi pembangunan dan ekonomi pemuda itu sendiri dan masyarakat sekelilinya. Pemerintah Provinsi Sumatra Barat memberi memberikan perhargaan berupa Piagam dan hadiah.Kreatifikas, inovasi dan rasa tangung jawab merupakan suatu kebanggaan para pemuda Indonesia, untuk itu pemuda dituntut untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan demi kesejahteraan bangsa.

Dan yang menarik adalah pada saat akhir upacara penampilan aksi akademi polisi cilik dari Polda Sumbar, menampilan gerakan sangat bersemangat, sangat meriah dan menjadi decak kagum para penonton dan masyarakat yang hadir dalam kesempatan itu.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Anggaran Dewan Pers Dipangkas Bakal Perpendek Umur Media Cetak

SPIRITSUMBAR.com – Anggaran Dawan Pers yang selama ini dialokasikan lewat APBN mengalami pengurangan dari usulan ...