Beranda - Headline - Wabup Mentawai Buka Diklat Peningkatan Kapasitas Guru Kurikulum 2013

Wabup Mentawai Buka Diklat Peningkatan Kapasitas Guru Kurikulum 2013

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Guna meningkatkan kapasitas guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 bagi guru-guru jenjang SMP, Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Mentawai mengadakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bertempat di Hotel Jakarta Padang.

Menurut laporan Kepala Bidang Pembinaan SMP Tuti Susanti, S.Pd, kegiatan dilaksanakan dari tanggal 20 sampai dengan 24 Februari 2019 dengan jumlah peserta 40 orang.

Peserta diklat berasal dari unsur guru berbagai mata pelajaran dan kepala sekolah.

Penekanan materi Diklat lebih diutamakan pada titik tekan kurikulum 2013 menyikapi revolusi industri 4.0. Sebagai narasumber kegiatan didatangkan dari Direktorat Pembinaan SMP dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Barat.

Untuk narasumber dari LPMP Sumbar yakni Feri Fren dan Harsyaf.

Penekanan lebih lanjut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai Sermon S.S.Sos menyampaikan kepada semua peserta, Kurikulum 2013 sudah dicanangkan sejak beberapa tahun yang silam, namun perlu penajaman-penajaman pemahan bagi guru-guru untuk mengimplementasikannya di sekolah.

Bentuk implementasi yang dilakukan guru antara lain dalam hal perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Dalam mengajar, guru tidak ada lagi yang memakai pola catat buku sampai habis. Belajar tidak hanya di kelas, jadikan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar agar tercipta suasana belajar yang menyenangkan dengan proses pembelajara siswa aktif.

Kegiatan Diklat dibuka oleh Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Kortanius Sabeleake. Dalam Arahannya beliau menyampaikan, kabupaten kita sudah berdiri 18 tahun yang silam, perlu peningkatan kompetensi sumberdaya manusia untuk bisa berkompetisi untuk melakukan perubahan-perubahan di segala bidang demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Kita harus bisa membaca peluang karena hidup ini perlu pertarungan, jelasnya. Apa yang diajarkan hari ini belum tentu beberapa tahun kedepan akan laku, karena perubahan terjadi setiap detik di era revolusi industri 4.0.
Guru harus membelajarkan peserta didik sampai ke tingkat analisis dan berfikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills).

Guru harus bisa mempergunakan teknologi. Saat ini orang sudah tidak lagi mempergunakan uang untuk berbelanja, uang sudah digantikan dengan kartu. Berbelanjapun juga tidak perlu ke toko, belanja online dan transportasi onlinepun sudah mulai menjamur.

Kurikulum adalah sarana untuk menangkap dan menyikapi perubahan. Disamping mengajar guru juga mendidik dan melatih. Kapasitas atau kemampuan manusia bisa dipelajari, namun yang lebh dibutuhkan adalah integritas diri. Seorang guru harus berempati dalam melakukan proses pembelajaran untuk membangun masa depan dan hati peserta didik untuk mereka bisa hidup.

Saat ini, guru bisa berasal dari mana saja, untuk menyikapi semua itu perlu penyiapan kapasitas untuk meningkatkan kompetensi diri seorang guru. Dengan kurikulum 2013 kita bisa membangun kompetensi sikap spiritual, sosial, pengetahuan dan keterampilan. Kepada semua peserta diklat wakil bupati menyampaikan, setelah selesai kegiatan ini nantinya dapat menyampaikan atau mengimbaskannya kepada guru-guru di daerahnya masing-masing. (Feri Fren)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Final MKC II, Para Finalis Bakal Adu Suporter

SPIRITSUMBAR.com – Turnamen kolosal terbesar di Ranah Minang telah mencapai puncaknya. Empat tim bakal bertarung ...