Beranda - Headline - Wabah Demam Berdarah Serang Dharmasraya

Wabah Demam Berdarah Serang Dharmasraya

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Bencana wabah penyakit demam berdarah (DBD) dalam pekan terakhir menyerang Kabupaten Dharmasraya.

Serangan demam berdarah kali ini menimpa hampir seluruh kecamatan di kabupaten berjuluk Ranah Cati Nan Tigo ini. Bahkan, bencana sebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Ades Agipti ini telah merenggut satu nyawa di Kecamatan Pulau Punjung.

Pemkab Dharmasraya melakukan berbagai upaya unyuk mencegah meluasnya serangan penyakit mematikan itu. Selain melaksanakan koordinasi dan penyuluhan kebersihan lingkungan, Pemkab Dharmasraya segera menetapkan KLB. Hal itu dimaksudkan agar penanganan wabah DBD bisa lebih fokus dan terkoordinasikan dengan baik.

“Saya sudah mendapat laporan dari Kepala Dinas Kesehatan maupun dari Kepala Bagian Humas dan Protokol menganai musibah ini. Segera kita lakukan rapat untuk membahas kemungkinan ditetapkan Kabupaten Dharmasraya dalam keadaan luar biasa serangan penyakit demam berdarah,” kata Bupati Dharmasraya, H. Syafrizal atau yang lebih dikenal dengan panggilan Ucok Painan.

Atas kejadian itu, Bupati yang merangkap kepala BPM S umbar itu, minta agar semua camat, pimpinan Puskesmas, para petugas yg berada di kecamatan serta para walinagari agar melaksanakan penyuluhan 3M kepada masyarakat. Bila perlu, dilakukan inspeksi ke rumah rumah yang dicurigai banyak mempunyai genangan air di pekarangan rumahnya. Camat, petugas dan walinagari yang tidak melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk diajak membersihkan lingkungan, akan menjadi catatan khusus bagi bupati.

Untuk menekan merebaknya serangan penyakit demam berdarah, Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya, telah melakukan foging di pekarangan pekarangan rumah di 11 kecamatan. Namun foging ini dinilai kurang efektif, karena hanya mampu membasmi nyamuk dewasa. Sedangkan jentik jentik nyamuk tidak akan mati di foging atau pengasapan.

“Upaya yang paling efektif menekan serangan demam berdarah adalah membuang tempat tempat yang menjadi sarang nyamuk. Kalau ada genanan air, buang airnya supaya jentik jentik nyamuk mati,” ujar Kepala Dinans Kesehatan Kabupaten Dharmasraya, drg. Hj. Erina, MKM.

Ia mengharapkan kerjasama semua pihak agar menggerakkan masyarakat untuk melakukan kebersihan lingkungan. Dalam catatan Erina, dalam sepekan belakangan ini paling tidak ada 45 orang yang terserang penyakit Demam berdarah. Mereka semua dibawa ke RSUD Sungai Dareh untuk mendapatkan pertolongan. Dari 45 orang yg dirawat di RSUD Sungai Dareh, 12 diantaranya oleh dokter dinyatakan positif kena Demam berdarah. Dan dari 12 itu yang suspek cuma satu orang. Sementara, jumlah korban meninggal sebanyak satu oráng, warga Sungai Dareh.

EKO

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Apresiasi untuk Sumbar, Raih KASN 2018

SPIRITSUMBAR.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menerima Anugrah Komisi Aparatur Sipil Negara (KSAN) Tahun 2018 ...