Beranda - Pariwisata - Event - Utusan Provinsi dan Kab/Kota, KBN 2019 di Mifan Padang Panjang
Padang Panjang gelar KBN
Padang Panjang gelar KBN

Utusan Provinsi dan Kab/Kota, KBN 2019 di Mifan Padang Panjang

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com, Padang Panjang – Perhelatan nasional Kemah Budaya Nasional (KBN)-X/2019 akan berlangsung di Kota Padang Panjang 26-31 Agustus 2019. Sebanyak 34 rombongan utusan provinsi se-Indonesia, ditambah 19 rombongan utusan kota/kabupaten di Provinsi Sumatera Barat akan hadir.

Karenanya, Padang Panjang, kota sejuk di pertigaan jalan darat jantung Pulau Sumatera itu, bakal gegap-gempita oleh ramai pengunjung. Provinsi Papua dan Papua barat adalah dua provinsi paling timur Indonesia yang lebih dulu mengirim tenaga pendamping ke Padang Panjang. Mereka tiba Kamis dan Jumat (22-23/8/2019).

Walikota Padang Panjang, Fadly Amran didampingi Wawako Asrul selaku ketua pelaksana, Kadis Pendidikan Desmon dan Kadis Kominfo Marwilis dalam jumpa pers di ruang Pendopo kediaman Walikota, Kamis (22/8/2019), menyebut iven ini akan digemparkan oleh karnaval budaya nusantara. Itu kolaborasi pawai alegoris peringatan 17 Agustus 2019 di Kota Padang Panjang dengan pawai peserta KBN 2019.

Artikel Lainnya

loading…


Itu bakal jadi pawai terakbar dalam sejarah Kota Padang Panjang yang berusia 258 tahun. Bahkan bisa jadi terbesar di Sumatera Barat. Sebab, selain diikuti 34 utusan provinsi di Indonesia dan 19 utusan kota/kabupaten di Sumbar, juga terdapat puluhan kelompok peserta pawai dari Padang Panjang sendiri.

Diawali pembukaan oleh Mendikbud RI di Gelanggang Olahraga (GOR) Khatib Sulaiman, Bancahlaweh pada 26 Agustus, pengunjung antara lain akan menyaksikan tari massal dengan 1.200 orang penari dari pelajar kota ini. Berikut, paduan suara oleh 220 orang penyanyi diiringi oleh group orkestra. Tari massal ini sekaligus tercatat sebagai peserta terbanyak di rekor MURI.

Setelah itu, pengunjung akan melihat kehadiran ribuan orang peserta KBN 2019. Mereka akan tampil dalam sebuah defile di GOR Chatib Suleman, GOR yang berawal dari gelanggang pacuan kuda (berdiri 1913 M) yang turut dipopulerkan lewat roman Tenggelamnya Kapal Vanderwicjk karya HAMKA itu.

Usai pembukaan, acara kemudian bergeser ke objek wisata Mifan Water Park (bekas objek wisata Minangkabau Village) di Silaiangbawah,sekitar 100 m dari tepi jalan raya Padang– Bukittinggi. Di objek wisata moderen bernuansa tradisi Minang itu, setumpuk acara akan tampil hingga KBN 2019 berakhir 31 Agustus 2019.



Di antaranya, pentas seni budaya nusantara, festival kuliner nusantara, di samping kegiatan perkemahan KBN 2019. Khusus ke tapak perkemahan KBN 2019 tidak terbuka untuk umum, kata Kadis Pendidikan Desmon memberitahu. Tapi kegiatan pendamping KBN 2019 itu, termasuk booth pameran, booth foto, pemutaran film sejarah bisa dikunjungi.

Acara lain yang melibatkan angota regu, jumpa tokoh (dalam dialog budaya dan sejarah), game persaudaraan, tutur sejarah, seni kriya, pemutaran filem sejarah. Berikut, mengunjungi Stasiun Kareta Api, Perguruan Diniyah Putri, Rindam Secata-B, Masjid Asasi, Pusat Dokumentasi Informasi Kebudayaan Minangkabau, Desa Wisata Kubugadang.

Walikota Fadly kepada masyarakat Kota Padang Panjang dan hinterland mengajak mari ramaikan dan sukseskan iven akbar KBN 2019 ini. Kita berharap, para peserta KBN 2019 akan memperoleh kesan yang indah tentang kota yang indah dan sejuk ini. Kita juga berharap, semoga mereka akan berkunjung lagi ke Padang Panjang, sekaligus menjadi pintu masuk kegiatan nasional lainnya.


Sebagai informasi, Kemah Budaya Nasional (KBN) dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan RI bekerja sama dengan Kwarnas Pramuka. Pada 2019 ini dari sekian banyak kota/kabupaten yang mengusulkan diri jadi tuan rumah, pilihan Kemendikbud RI jatuh ke Kota kecil Padang Panjang.

Kenyataan ini sangat diapresiasi Walikota Fadly Amran, bahkan menurutnya secara harfiah iven seperti ini hanya dapat digelar di kota ini sekali seumur hidup, karena ada lima ratusan kota/Kabupaten yang menunggu giliran.(yetti harni).–

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pedagang Kaget, Kapolda Kepergok Temani Istri Berbelanja di Pasar Tanah Kongsi

SpiritSumbar.com, Padang – Pagi sehabis olahraga, Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal bikin kaget para pedagang ...