Beranda - Headline - Ustadz Medan, Ceramah Subuh Berjamaah di Lintau Buo
Bupati Tanah Datar memberi sambutan dalam kegiatan Subuh Berjamaah (foto DJP)
Bupati Tanah Datar memberi sambutan dalam kegiatan Subuh Berjamaah (foto DJP)

Ustadz Medan, Ceramah Subuh Berjamaah di Lintau Buo

Print Friendly

Spiritsumbar.com, Lintau – Ratusan masyarakat Tanah Datar memadati Masjid Raya Nurul Amal Nagari Tepi Selo Kecamatan Lintau Buo Utara dalam rangka laksanakan gerakan subuh berjamaah dengan menghadirkan penceramah H. M. Daud Sagita, MA dari kota Medan Sumatera Utara, Minggu (17/12/2017).

Kegiatan ini dihadiri Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi bersama, asisten, kepala SKPD, Kabag, Camat, Forkopimca Lintau Buo Utara, Wali Nagari dan undangan lainnya.
Artikel Lainnya

loading…


Kabag Kesra Afrizon menyampaikan terima kasih kepada segenap masyarakat dan pihak lainnya yang telah membantu pelaksanaan kegiatan gerakan subuh berjamaah di Tanah Datar. “Hari ini kita laksanakan gerakan subuh berjamaah untuk kelima kalinya dan dipusatkan di Tepi Selo ini dan Insya Allah edisi selanjutnya akan dilaksanakan di Kecamatan Sungai Tarab” ujarnya.

Afrizon juga menyampaikan terima kasih kepada jamaah di beberapa kecamatan lainnya yang berkesempatan hadir dalam kegiatan subuh berjamaah. “Alhamdulillah, ada beberapa jamaah dari kecamatan lain yang hadir, hal itu harus kita apresiasi karena harus bangun dan berangkat pukul 3 dini hari untuk berangkat ke Lintau Buo ini” tambahnya.

Selepas itu Bupati Irdinansyah menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan pihak lainnya yang telah mendukung program subuh berjamaah dilaksanakan di Tanah Datar. “Terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah mendukung program ini, hakikatnya program ini bukan hanya kegiatan pemerintah daerah, namun juga kegiatan kita bersama dan tentu saja kegiatan ini bukan seremonial semata” ujarnya.

Irdinansyah mencontohkan, bagaimana negara Turki yang awalnya bukan siapa-siapa, berkat gebrakan subuh berjamaah ditambah program lainnya, sekarang berhasil menjadi salah satu negara kuat di dunia.

“Manfaat shalat subuh bagi kesehatan sungguh luar biasa, karena dengan bangun pagi kita menghirup sehatnya udara pagi. Di bidang ekonomi, membuka kedai usaha pagi hari selepas shalat subuh, sangat baik dan bagus, karena otomatis membuka pintu rezeki dari dini hari” ujar Irdinansyah.

Irdinansyah menambahkan, subuh berjamaah memberikan dampak peningkatan pertumbuhan ekonomi. “Gerakan subuh berjamaah telah menimbulkan transaksi ekonomi selepas pelaksanaannya, tidak hanya proses jual beli di sekitar masjid jadi meningkat, namun juga di pasar-pasar karena buka kedainya sudah dari pagi selepas subuh” tambah Irdinansyah.

Bahkan, kata Bupati, selama ini pertumbuhan ekonomi Tanah Datar berada pada peringkat 18 dari 19 Kabupaten/kota se Sumbar, namun data BPS, tahun 2017 terjadi peningkatan 0,30%, dan posisi daerah yang dikenal Luhak Nan Tuo naik 5 tingkat lebih baik, dengan kata lain sekarang berada di posisi 13 se Sumbar.

“Banyak faktor lainnya yang membuat peningkatan pertumbuhan ekonomi Tanah Datar, dan salah satunya adalah dengan maraknya kegiatan subuh berjamaah, karena yakinlah, dengan shalat subuh berjamaah akan mampu mensejahterakan kita, itu adalah janji Allah SWT dalam Al Qur’an” tukas Bupati.

Sementara itu Ustad Daud Sagita dalam pengajiannya memaparkan tentang kriteria iman dan taqwa. “Iman yang tetap adalah Iman malaikat, semakin berkurang adalah iblis, semakin meningkat adalah Nabi dan yang naik turun adalah iman manusia” sampainya.

Bahkan ustad Daud Sagita juga memberikan apresiasi terhadap perhatian dan gagasan dalam lakukan gerakan subuh berjamaah ini. “Ada di daerah lain, lurah saja tidak mau hadir dalam agenda semacam ini, namun Alhamdulillah pak Bupati Tanah Datar sangat perhatian dan mau hadir dalam kegiatan ini, mari kita doakan semoga sehat selalu, karena sangat jarang pemimpin seperti ini” ungkap ustad Daud Sagita yang juga berprofesi dosen di medan. (DJP)

Editor : Saribulih

Baca juga:

loading…


Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Kegiatan KI Sumbar Tuntas

Spiritsumbar.com, Padang – Menjadi lembaga penerima dana hibah sebesar Rp1,5 miliar pada Perubahan APBD Sumbar ...