Kamis , 19 September 2019
Beranda - Headline - Unggul Terlebih Dulu, AkhirnyaTimnas U-18 Tertahan
Selebrasi Amiruddin Bagus usai mencetak gol
Selebrasi Amiruddin Bagus usai mencetak gol

Unggul Terlebih Dulu, AkhirnyaTimnas U-18 Tertahan

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com, Vietnam – Luarbiasa perjuangan para pemain
Tim Nasional (Timnas) U-18 Indonesia. Sempat unggul, namun penalti Malaysia untuk sementara menunda asa untuk lolos ke final Piala  AFF U-18.

Hingga waktu 2×45 menit skor Indonesia – Malaysia imbang  3-3 di Stadion Go Dau, Vietnam, Sabtu (17/8/2019).

Dalam duel tanah Melayu ini, Harimau Malaya berhasil mencetak gol terlebih dulu pada menit ke 19. Gol berawal dari bola mati yang berhasil dimanfaatkan Moch. Aiman.




Sebelum dicocor Aiman, tendangan bebas Lukman Hakim terlebih dulu menyentuh pemain belakang Indonesia. Bola yang berubah arah itu berhasil disambar Aiman dan mampu mengecoh kiper Indonesia, Ernando Ary.

Artikel Lainnya

loading…


Kebobolan satu gol membuat skuat Fachri Husaini sedikit panik. Beberapa kali pertahanan Indonesia goyah dari serangan beruntun skuat asuh Brad Maloney.

Apalagi kondisi lapangan yang licin membuat para pemain kedua tim sering terpeleset. Malahan, umpan pendek yang menjadi ciri khas Bagas Kahfi dkk tidak begitu tampak.

Memasuki, menit ke 30′ timnas Indonesia kembali bangkit. Malahan, Malaysia terpaksa bertahan total dari gempuran Garuda Nusantara. Tak satupun para pemain Malaysia berada di daerah lawan.

Puncaknya, Timnas berhasil menyamakan kedudukan 1-1 melalui Beckham Putra Nugraha pada menit 45. Gol lahir berkat kerjasama yang apik.

Namun, hasil ini bertahan sampai berakhirnya babak pertama.


Pada babak kedua 4 gol juga tercipta. Indonesia tertinggal terlebih dulu. Namun dua Indonesia berhasil tercipta dalam waktu relatif pendek. Walau akhirnya, Malaysia mendapatkan hadiah penalti. Hingga waktu 2×45 menit skor imbang 3-3.

Pertandingan dilanjutkan dengan tambahan waktu 2×15 menit.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Perkuat Kewenangan DPD RI Dengan Politik Hukum

SPIRITSUMBAR.com, Jakarta – Kewenangan DPD RI dalam sistem ketatanegaraan Indonesia dapat diperkuat dengan politik hukum, ...