Selasa , 24 September 2019
Beranda - Headline - Turnamen Kolosal Terbesar Kembali Gebrak Ranah Minang

Turnamen Kolosal Terbesar Kembali Gebrak Ranah Minang

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Turnamen Minangkabau Cup bakal kembali bergulir. Kepastian merumputnya turnamen  kolosal terbesar di Indonesia ditandai dengan rapat koordinasi Panitia Pelaksana dengan Asosiasi Sepakbola Kabupaten/Kota (Askab/Asko) di Hotel Bunda, Padang, Sabtu (27/10/2018).

Baca : Minangkabau Cup, Ajang Penggalian Talenta Bergulir Lagi

Ketua Umum Panitia Pelaksana Minangkabau Cup, Tria Suprajeni  mengatakan turnamen ini merupakan bagian dari komitmen untuk menggelorakan olah raga di Sumatera Barat. Ini ujarnya harus berkelanjutan, minimal untuk lima tahun ke depan.

Tria Suprajeni menambahkan, Minangkabau Cup 2 akan berlangsung dari tanggal 15 Desember 2018 sampai 23 Maret 2019 atau dengan durasi 3,5 bulan.

“Rencana awal pertandingan pembuka akan dilaksanakan tanggal 8 Desember 2018. Berhubung gubernur masih di luar daerah maka pertandingan pembuka turnamen yang memperebutkan Piala Gubernur ini di undur tanggal 15 Desember,” ujar pria yang akrab dipanggil Om Ola ini.

Dalam turnamen ini ujarnya, akan tersaji 180 pertandingan dengan 1200 official dan 5 ribu pemain yang berasal dari 174 kecamatan dari 19 kabupaten/kota yang ada di Sumatera Barat.

Sementara Ketua Harian Panitia Pelaksana, Hardimen Koto menambahkan tim yang akan lolos dari kabupaten/kota ke babak final mengalami perbedaan. Menurutnya, kabupaten/kota yang memiliki 2 sampai 7 kecamatan hanya akan diwakili 1 tim. Selanjutnya, 8 sampai 12 kecamatan diwakili 2 tim dan 13 sampai 17 kecamatan diwakili 3 tim.

Untuk 32 tim yang lolos, akan dibagi 8 grup yang akan bertanding di 8 lokasi di kabupaten/kota. “Tahun lalu, pembagian berdasarkan gografis, namun dalam tahun ini mereka akan dilakukan drawing untuk tim yang lolos. Jadi bisa saja Tim Sijunjung akan satu grup dengan Bukittinggi,” ujarnya.

Terkait regulasi pemain, Sekretaris Panitia Pelaksana N. Nofi Sastera menjelaskan jumlah pemain 22 orang. “Turnamen ini bertujuan untuk menggali bibit sepakbola berusia muda. Maka disepakati pemain yang didaftarkan 22 orang. Terdiri dari  19 pemain dengan kelahiran 1997 dan 3 pemain kelahiran 1995,” ujarnya.

Nofi Sastera menegaskan, Minangkabau Cup merupakan sebuah komitmen untuk menggali potensi sepakbola Sumatera Barat. Malahan Minangkabau Cup tahun tetap menggunakan tagline “Berbakti untuk Nagari” sebagaimana yang telah digunakan pada Turnamen Irman Gusman Cup dan Minangkabau Cup tahun 2017.

Nofi menambahkan, Piala Bergilir yang berhasil diraih Tim Koto Tangah tahun lalu akan diserahkan pada Gubernur Sumbar pada open ceremony, tanggal 1 Desember 2018. Selanjutnya, Gubernur akan menyerahkan pada panitia pelaksana untuk diperebutkan kembali di Turnamen Minangkabau Cup 2 ini.

Baca : Mental Juara, Koto Tangah Gulung Bayang di Final Minangkabau Cup

Menariknya, turnamen terbesar ini juga mendapat dukungan penuh dari Asprov Sumbar. Hal ini dilontarkan Ketua Asprov Sumbar, Indra Dt. Rajo Lelo yang juga hadir dalam pertemuan tersebut.  Menurutnya, dalam turnamen kali ini,  Asprov Sumbar ikut sebagai pengundang.

“Kita berharap, turnamen ini melahirkan pemain terbaik yang akan dipersiapkan untuk bertarung untuk Porwil yang akan berlangsung di Bengkulu. Walau bukan turnamen resmi Asprov Sumbar, namun hal ini  jelas berkontribusi dan patut untuk kita dukung secara penuh,” ujarnya. (Salih)

 

 

 

 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Limapuluh Kota Kembali Gelar Diklat Cakepsek

SPIRITSUMBAR.com, Limapuluh Kota – Dalam rangka memenuhi kebutuhan jumlah kepala sekolah di jenjang pendidikan dasar ...