Beranda - Pendidikan - Kampus - Tukino: Approach Analytic Ciptakan Siswa Berkarakter

Tukino: Approach Analytic Ciptakan Siswa Berkarakter

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Pola mendidik berbasis Pendekatan Analisis (Approach Analytic) berdampak signifikan terhadap pembentukan Sumber daya manusia dan Karakter peserta didik. Jika diterapkan secara kontiniutas (berkelanjutan) di setiap lembaga pendidikan maka akan mampu meningkatkan kualitas belajar.

Hal itu dikatakab Kepala SMAN 1 Painan, Tukino, M.Pd ketika bincang-bincang seputar dunia pendidikan di kantornya, Senin, (1/2/2016).

Setiap orang tua sudah pasti menginginkan hasil yang terbaik untuk pendidikan anak-anaknya. Begitu juga dengan siswa, mereka datang ke sekolah dengan harapan dapat mengikuti pendidikan atau pembelajaran dengan baik. Sehingga dapat pula menyenangkan hati orang tua atas buah keberhasilan tersebut.

Tetapi tidak selamanya demikian, bermacam ragam karakter peserta didik disekolah juga perlu diketahui agar pencapaian proses belajar mengajar menuai prestasi yang membanggakan.

Tukino menyebut, ada beberapa hal yang membuat siswa-siswi tidak begitu produktif   dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah. Seperti berbagai masalah yang mereka hadapi, yakni bersumber dari ketegangan karena tugas-tugas yang diberikan. Juga, ketidakmampuan mengerjakan tugas, keinginan untuk bekerja sebaik-baiknya tetapi tidak mampu. Termasuk, persaingan dengan teman, kemampuan dasar intelektual yang kurang, motivasi belajar yang lemah, kurangnya dukungan orang tua serta guru yang kurang ramah, dan lain-lain.

Dijelaskan lagi, Masalah-masalah tersebut tidak selalu dapat diselesaikan dalam situasi belajar-mengajar di kelas, melainkan memerlukan pelayanan secara khusus oleh guru di luar situasi proses pembelajaran serta pengambilan tindakan berdasarkan sistem analisis.

“Apabila sistem analisis ini diaplikasikan. Artinya, kita bisa mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peserta didik kita kurang displin di saat belajar. Dengan demikian, pola pendekatan intensif face to face bisa dilakukan secara baik. Seperti adanya tanya jawab kepada peserta didik yang bermasalah dari hati ke hati yang melibatkan sentuhan rasa,” Terang Tukino.

Selanjutnya, seiring implementasi terhadap sistem analisis kepada peserta didik. Maka, dari berbagai pendekatan yang dilaksanakan akan menunjukan kategori masalah anak yang berbeda-beda pula.

“Analytic Approach ini, jika di sesuaikan dalam materi suatu pembelajaran, seorang guru akan terampil atau mampu mengetahui dimana titik lemah sang siswa terhadap suatu pelajaran. Jadi, saya rasa intinya, ialah ibarat bahasa kesehatan, yang kita obati itu adalah luka atau penyakitnya supaya bisa sembuh dan normal kembali” pungkas Tukino.

Selain itu, tambah Tukino, sebelum seorang guru memberikan praktik transfer ilmu (mengajar). Guru hendaklah mampu membuka cakarawala peserta didik dengan ragam motivasi. Bercerita tentang fenomena lingkungan sekitar ataupun hal-hal religius. Yang dapat menyemangati dan menumbuhkan motivasi mereka. Tujuannya, ketika seorang siswa sudah memiliki motivasi yang tinggi maka pemberian materi pelajaran akan lebih muda diserap oleh anak didik tersebut.

NIKO

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

IKA Unand Rencana Buka Bersama Dengan 200 Anak Yatim

SPIRITSUMBAR.com  — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) rencananya akan melaksanakan ...