Kamis , 24 September 2020
Beranda - Headline - Tomy Suharto Diminta Selamatkan Golkar
Tomi Soeharto
Tomi Soeharto

Tomy Suharto Diminta Selamatkan Golkar

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Fungsionaris DPP Partai Golkar hasil Munas Riau, Sudirman Almoen  berharap munculnya Tomy Suharto sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar menggantikan ARB.

Nama Tomy Suharto sempat muncuat saat di Gelar Munas Partai Golkar di Pekanbaru,Riau, enam tahun yang lalu. Alasan pertama, figur Tomy masih kuat dimata masarakat dan Golkar, serta selaku anak Suharto yang pernah berhasil membesarkan Golkar selama 32 tahun meski ada kekurangannya.

Faktor lain, Tomy telah selesai dengan dirinya sendiri minimal untuk pembiayaan partai tidak akan menjadi beban besar lagi. Terakhir yang tidak kalah penting Tomy berpeluang menjadi calon Presiden karena dia orang Jawa sehingga akan mem bawa partai jadi nomor satu kembali, kata Sudirman di Jakarta Senin (29/2/2016).

Jelang Munas Partai Golkar, partai beringin terus didera persoalan politik uang jelang pemilihan Ketua Umum. Tidak tanggung tanggung uang yang dipergunakan tidak hanya mata uang Rupiah tapi juga pergunakan uang Dollar untuk menarik pemilik suara supaya mendukung seseorang calon Ketua Umum.

Pada hari Kamis lalu saat digelar diskusi di DPR RI, tiga pembicara yakni Priyo Budisantoso, Ridwan Bae dan pakar politik Siti Zuhro. Tidak ada satupun pembicara yang bisa menjamin Munas Partai Golkar akan bisa bersih dari transaksi uang, minimal paling tidak bisa ditekan supaya lebih kecil lah, kata mereka bertiga. Biaya politik tidak bisa dihindari sebagai partai besar. Cuma Zuhro mengingatkan agar Ketua Umum terpilih harus yang bisa diterima masarakat, dan tidak harus menjadi calon Presiden.

Berapa besar biaya politik yang diperlukan oleh seorang calon Ketua Umum Partai agar bisa terpilih. Dadang S Muchtar anggota Komisi II DPR RI saat rapat kerja dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang menjelaskan tidak ada yang gratis dalam demokrasi setelah era reformasi. “Untuk menjadi Ketua Umum Partai harus punya uang Rp1 triliyun,” kata Dadang dengan tanpa menyebut suatu nama partainya.

Ia mencontohkan dirinya, untuk mendapat dukungan agar bisa tepilih untuk menjadi anggota DPR harus menyediakan “uang cendol” padahal pemilik suara teman saya sudah lama. “Mana ada anggota DPR yang terpilih tidak dengan membeli suara,” kata Dadang dihadapan Menteri.

ERWIN KURAI

Lebih lengkap, baca:

The Public Edisi 13/29 Februari – 6 Maret 2016

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Jelang HUT TNI ke 75, Koramil 10 Koto Baru Berbagi Masker

SPIRITSUMBAR.COM, Dharmasraya – Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) TNI yang ke 75 pada tahun 2020, ...