Beranda - Headline - Ternyata Labor Lingkungan Solsel Belum Terakreditasi

Ternyata Labor Lingkungan Solsel Belum Terakreditasi

Print Friendly, PDF & Email

Labor Lingkungan di Solsel Belum Terakreditasi
— Laboratorium lingkungan hidup di Solok Selatan, belum terakreditasi. Karena itu, hasil pengujian air, tanah dan udara belum bisa dipublikasikan ke publik.

Baik disetiap dilakukan pengujian air sungai yang tercemar, maupun limbah yang berpotensi bahaya bagi kesehatan masyarakat. Termasuk tanah, dan pencemaran udara.

“Bila terjadi penecamaran lingkungan, kita sekedar melakukan pengujian sampel. Namun hasilnya belum bisa terpublikasikan ke publik, sebab labor kita belum terakreditasi,” kata Kepala Dinas Penataan Perumahan dan Pengendalian Lingkungan Hidup Solok Selatan, Amril Bakri didampingi Kasi Pengaduan dan Penegakan Hukum Dedi Julia di Padang Aro.

Diperjelasnya, bahwa pihak labor tidak bisa mengeluarkan statemen apapun. Ketika ada pencemaran yang terjadi, meskipun uji sampel menyatakan positif terjadi pencemaran lingkungan.

Baik limbah kegiatan pertambangan emas, limbah industri dan lainnya. Hasil pengujian hanya untuk diketahui bahwa terjadi atau tidaknya pencemaran.

“Alat uji tanah, air dan udara kita sudah lengkap. Tinggal akreditasi saja. Untuk mendapatkan penilaian akreditasi ini, tentu daerah harus memenuhi persyaratan. Termasuk dukungan anggaran,” tukasnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup (Permen LH) nomor 6 tahun 2006, tentang pedoman umum kompetensi personil dan lembaga jasa lingkungan.

Maka untuk penilaian akreditasi labor lingkungan, daerah mesti harus dilengkapi persyaratan, terutama harus ada menager teknis dan mutu yang menguasai.

Kemudian kelengkapan bangunan, disamping memenuhi perlengkapan peralatan pengujian.

“Alat pengujian air, tanah dan udara kita sudah miliki. Kini tinggal sarana bangunan dan personil yang sudah mengikuti pelatihan (inhaouse training),” paparnya.

Dengan banyaknya kebutuhan anggaran daerah untuk skala prioritas infratruktur jalan, jembatan, bangunan perkantoran, dan lainnya.

Sehingga belum bisa penganggaran untuk pembangunan gedung sarana labor yang butuh anggaran besar, tentunya daerah harus membangun sarana yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Kalau pembangunan skala prioritaa lain hampir tuntas, baru kita mengusulkan untuk anggaran gedung labor. Saat ini kebutuhan labor, belum mendesak untuk daerah Solsel,” tandasnya.

Sementara, Anggota DPRD Solok Selatan, Ade Vernanda memaparkan hal yang sama. Labor lingkungan sebenarnya sarana yang jadi kebutuhan daerah, tapi saat ini belum jadi kebutuhan mendesak.

Sebab anggaran APBD daerah masih sangat dibutuhkan untuk infrastruktur jalan, jembatan, perkantoran OPD, pembenahan pusat kabupaten dan kegiatan pertumbuhan ekonomi di daerah masih banyak yang butuh anggaran.

“Kalau kegiatan skala prioritas lain tuntas, maka labor lingkungan siap di perjuangkan DPRD,” katanya. (Syahrul)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Komplek Kauman Padang Panjang

Thawalib Padang Panjang Rengkuh Kejayaan Masa Lalu

SPIRITSUMBAR.com – Menyusul “serbuan” pelamar pada 2018 lalu, Perguruan Thawalib Padangpanjang terus berinovasi memacu kebangkitan ...