Beranda - Berita Pilihan - Terkait Bacaleg, KPU Tunggu Masukan Masyarakat

Terkait Bacaleg, KPU Tunggu Masukan Masyarakat

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) pada semua tingkatan. Pengumuman itu, sekaligus sebagai upaya menerima masukan dari masyarakat. Terutama terhadap Bacaleg yang bermasalah.

Hal itu terungkap dalam diskusi dan temu wartawan yang digelarkan KPU Sumatera Barat terkait pengumuman Daftar Calon Sementara (DCS) Pemilu 2019, di Kubik Koffee, Rabu (15/7/2018) sore.

Dalam diskusi tersebut juga mengemuka tentang Bacaleg tingkat provinsi dengan latar belakang anggota DPRD periode 2014-2019 yang maju dari berbeda dengan yang diwakilinya pada pemilu 2019 lalu, sebanyak tiga orang. Untuk kasus serupa di tingkat kabupaten/kota, KPU Sumbar belum memiliki datanya.

“Karena bukan bagian dari tanggung jawab tugas kita, jadi kita tidak merekapitulasi datanya. Nanti, ketika beban kerja kita di provinsi sedikit berkurang, akan kami rekap dan sampaikan ke publik,” ungkap Ketua Divisi Teknis KPU Sumbar, Izwaryani.



Dalam pertemuan itu, hadir lengkap komisioner KPU Sumbar seperti Amnasmen (ketua), Yanuk Sri Mulyani (Ketua Divisi Hukum), Gebril Daulai (Ketua Divisi Parmas dan SDM), Nova Indra (Ketua Divisi Perencanaan dan Data) dan Izwaryani.

Temu wartawan yang dimoderatori Plt Sekretaris KPU Sumbar, Agus Catur Rianto ini, diikuti wartawan media cetak baik harian maupun mingguan, televisi, radio serta media siber (online).

Tiga anggota DPRD Sumbar peripde 2014-2019 yang 2014-2019 mencalon pada partai yang berbeda dari yang diwakilinya pada Pemilu 2014 lalu yakni Marlis (Partai Hanura ke PAN), Martias Tanjung (PPP ke Partai Garuda) dan M Ghazali (PPP ke PAN).

Pada masa uji publik DCS pemilu 2019 ini, ungkap Izwaryani, belum satupun pengaduan yang diterima KPU Sumbar untuk caleg di tingkat provinsi. Baik itu yang disampaikan melalui surat elektronik (email) ataupun ke KPU Sumbar langsung. (Salih)



loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Tanpa Industri, Ini Strategi Sumbar Menurunkan Angka Kemiskinan

SpiritSumbar.com – Sumatera Barat bukanlah daerah indutri padat karya, tidak ada indrustri yang berkembang baik ...