Beranda - Headline - Terima Anugerah Nirwasita Tantra, Bupati Sutan Riska Diajak Selfie
Bupati Sutan Riska bersama Wagub Nasrul Abit (foto Eko - Spirit Sumbar)
Bupati Sutan Riska bersama Wagub Nasrul Abit (foto Eko - Spirit Sumbar)

Terima Anugerah Nirwasita Tantra, Bupati Sutan Riska Diajak Selfie

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Wakil Presiden Republik Indonesia H. Jusuf Kalla, menghadiri puncak peringatan hari lingkungan hidup se dunia yang dipusatkan di halaman Istana Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Jumat  (22/7/2016).

Turut hadir sejumlah menteri Kabinet Kerja, antara lain Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Dalam Negeri Cahyo Kumolo, Menristek dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir dan Menteri Kominfo Rudiantara.

Dalam acara dengan thema “selamatkan satwa dan tumbuhan liar untuk kehidupan” itu, Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan dianugerahi penghargaan Nirwasita Tantra oleh Wapres Jusuf Kalla.

Anugerah tersebut diberikan sebagai apresiasi negara atas keberhasilan Kabupaten Dharmasraya dalam menyusun laporan tentang kondisi lingkungan hidup sebagai bentuk akuntabilitas Pemkab Dharmasraya dalam melindungi lingkungan hidup. Dari Sumatera Barat selain Sutan Riska, pemimpin daerah yang dapat anugerah Nirwasita Tantra adalah Wagub Nasrul Abit. Sedangkan tiga kepala daerah yaitu Bukitinggi dan Payakumbuh cuma diberi Adipura.

Usai menyerahkan penghargaan, Wapres Jusuf Kalla menyampaikan ucapan terima kasih kepada mereka yang sudah peduli dan berprestasi dalam menata dan mengelola lingkungan hidup, sehingga dapat meningkatkan kualitas kehidupan. Namun disisi lain orang nomor dua di tanah air itu mengkritik agar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam membuat jenis jenis anugerah tidak menggunakan bahasa yang sulit sehingga mudah diingat

“Lain kali jangan membuat istilah istilah yang menggunakan bahasa sanskerta. Karena bahasa Sangskerta sulit diingat masyarakat,” katanya dalam intermezo.

Dalam acara resmi selalu berpenampilan necis, murah senyum dan rapi. Itulah sebabnya, ia kerap jadi perhatian publik. Seperti saat menghadiri acara penganugerahan lingkungan hidup bagi mereka yang berprestasi dalam mengelola dan melindungi lingkungan hidup oleh Wapres Jusuf Kalla, Jumat 22 Juli 2016, di Istana Siak Sri Indrapura, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Bupati Dharmasraya tidak kalah tenar dengan pemimpin yang selebritis, seperti Dedi Mizwar (Wagub Jawa Barat), Tri Rismaharini (Wako Surabaya) maupun Ridwan Kamil (Walikota Bandung).

Tampilan Sutan Riska hari itu memang cukup elegan, mengenakan kemeja batik warna coklat cerah dan setelan celana yang serasi, bupati termuda di Indonesia itu terus saja menebar senyum sejak antri mengikuti pemeriksaan Paspampres.

Bahkan saat di jamu sarapan di rumah dinas Bupati Siak, ia juga sudah menjadi perhatian para menteri, tak terkecuali Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Sesampai di tempat duduk VIP yang disediakan panitia untuk para pemimpin berprestasi, banyak pemimpin yang mengajaknya photo bersama. “Pingin photo sama bupati termuda,”kata Dedi Mizwar, tokoh pemeran Bang Jek dalam Sinetron Para Pencari Tuhan yang kini menjadi Wagub Jawa Barat.

Selain menjadi incaran untuk photo bersama oleh sesama kepala daerah, Tuanku Kerajaan juga kerap diajak selfie para pejabat pemerintah yang mengetahui dia merupakan bupati termuda yang punya prestasi lumayan.

Bahkan satu satunya bupati yang diajak selfi Wagub Sumbar Nasrul Abit ya cuma Bupati Sutan Riska. Padahal ada beberapa kepala daerah di Sumbar yang hari itu juga mendapat penghargaan. Ya boleh jadi, Tuanku Kerajaan memang layak disandingkan dengan para kepala daerah yang selebritis seperti Dedi Mizwar, Ridwan Kamil dan Tri Rismaharini. Selain dicintai rakyatnya, ia juga berprestasi.

EKO

Cover The Public (terbit tiap Senin)
Cover The Public (terbit tiap Senin)
loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Kepala LPMP Sumatera Barat Berganti Tempat

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy melantik 136 pejabat dilingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ...