Beranda - Pariwisata - Event - TdS Memberikan Dampak Pada Pembangunan Sumbar

TdS Memberikan Dampak Pada Pembangunan Sumbar

Print Friendly

Nasrul Abit : TdS Memberikan Dampak Bagi Pembangunan Sumatera Barat.

Bukittinggi – Pergelaran event akbar Tour de Singkarak (TdS) telah memberikan dampak bagi pelaksanaan pembangunan di Sumbar dan juga tekah menjadi agenda penting rutin tahunan sport tourism internasional yang diselenggarakan di Sumatera Barat.

Begitu pentingnya Tour de Singkarak-nya, akan tapi apa yang didapatkan masyarakat dari kegiatan dari Tour de Singkarak yanhmg sekarang sudah menjadi kalender internasional dengan telah 9 kali dilaksanakan, dan selalu meriah setiap tahunnya.

Ini di sampaikan Wagub Sumbar Drs. H. Nasrul Abit Dt. Malintang Panai pada acara Grand Finis dan Closing Tour de Singkarak 2017 di Lapangan Kantin Kota Bukittinggi, Minggu malam (26/11/2017)

Hadir pada kesempatan itu Staf Ahli Menteri Pariwisata RI Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata, Husen Alaydrus, Ketua Komisi V DPRD Sumbar, beberapa kepala OPD Sumbar, Kadis Pariwisata, Kadis Perhubungan, Kesbang Pol, Kasat Pol PP, BNPB, Walikota, Wawako, Ketua DPRD, Forkopimda Bukittinggi.

Wagub Nasrul abit memaparkan beberapa manfaat yang bisa dipetik dalam penyelenggaraan TdS ini, antara lain, meningkatkan kunjungan wisata ke Sumbar setiap tahunnya, bagi masyarakat tumbuhnya berkembangnya ekonomi kreatif, kuliner, UKM. Dan dengan menjadi tuan rumah TdS tumbuh ssmangat kebanggaan terhadap daerahnya, seperti Bukittinggi yang menjadi tuan rumah untuk Finis TDS.

Begitu kita mengangkat suatu event di suatu daerah, juga termasuk bisa mengangkat nama Indonesia. Begitu pun juga dengan hal-hal yang terkait dengan budaya daerah tersebut, seperti makanan, adat istiadat, bahkan keramahan lokal penduduk setempat, memberikan simpatik keinginan orang berkunjung kembali.

Lebih lanjut Nasrul Abit mengatakan dengan di gelarnya event TDS ini terjadi pertumbuhan ekonom terutama hotel dan homestay jadi penuh sangat menggembirakan, dimana pada tahun 2014 tercatat 274 hotel dan homestay dengan 5588 kamar dan 10.193 tempat tidur, maka pada tahun 2016 telah hadir di Sumatera Barat 339 hotel dan homestay dengan 7.799 kamar dan 13.637 tempat tidur.

Dimana dengan fasilitas akomodasi seperti itu maka Kementerian Pariwisata telah menjadikan Padang Sumatera Barat sebagai Destinasi MICE di Indonesia.

Untuk kunjungan wisatawan mancanegara dapat kami laporkan bahwa saat ini direct flight internasional yang ke padang baru satu yaitu Kualu Lumpur – Padang dengan penerbangan dua kali sehari, dan pada bulan Februari 2018 akan ada penambahan direct flight Singapura – Padang. Berkenaan dengan hal tersubut kami mohon dukungan Kementerian Pariwisata untuk terwujudnya perencanaan tersebut, terang Wagub Nasrul Abit

Wagub juga menyampaikan Sumatera Barat sangat butuh iven-iven yang berskala besar internasional yang dapat digunakan sebagai media promosi destinasi-destinasi wisata di Sumatera Barat.

Sehingga untuk tahun-tahun ke depan diharapkan TdS akan terus dilanjutkan penyelenggaraannya, walaupun TdS tahun depan penyelenggaraan sudah serahkan kepada pemprov. Sumbar. Kita akan musyawarahkan dengan kabupaten /kota siapa yang akan menjadi grand opening dan grand closing. Dan kami yakin dukungan semua pemkab/ko siap bersama-sama menyelenggarakan TdS 2018 tahun depan, dengam semangat kebersamaan di Sumbar, ujar Nasrul Abit.

Wagub diakhir sambutanya menyampaikan, ucapan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata, Pemerhati Pariwisata, Bupati/Walikota se Sumatera Barat, semua pihak yang telah memberikan dukungan baik moril maupun materil atas suksesnya TdS tahun 2017.

Dan kami atas nama panitia penyelenggaraan TdS menyampaikan permohonan maaf, jika ada hal-hal yang tidak berkenan, tidak sesuai dengan harapan serta terganggunya jalan dalam beberapa hari ini, semoga ini semua menjadi perhatian untuk kebaikan penyelenggaraan TdS tahun berikutnya, ungkap Wagub Nasrul Abit menyapa.

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Penemuan Sosok Mayat Gegerkan Warga Timpeh

Spiritsumbar.com, Timpeh – Warga Jorong Pinang Makmur Kanagarian Tabek Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya, digegerkan dengan ada ...