Beranda - Covid19 - Tanpa Lockdown, Ini Langkah Sumbar Terhadap Pendatang
Rakor Terbatas Pemprov Sumbar dan Forkopimda dengan Bupati / Walikota se Sumatera Barat dalam rangka penanganan penyebaran covid 19
Rakor Terbatas Pemprov Sumbar dan Forkopimda dengan Bupati / Walikota se Sumatera Barat dalam rangka penanganan penyebaran covid 19

Tanpa Lockdown, Ini Langkah Sumbar Terhadap Pendatang

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.com, Padang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan rapat koordinasi terbatas dengan Bupati / Walikota se Sumatera Barat dalam rangka penanganan penyebaran covid 19, Ahad (29/3/2020).

“Untuk mencegah menangani penyebaran covid 19, pemerintah kabupaten dan kota se Sumatera Barat kita harus sama persepsi dan bekerjasama dengan baik,” ujar Gubernur Sumbar.

Dia berkeyakinan dengan kerjasama yang baik dan terkoordinasi akan mampu dan bisa menghadapi penanganan covid 19 di Sumatera Barat.

Gubernur Sumbar juga menegaskan pemerintah kabupaten dan kota agar segera melakukan rasionalisasi penganggaran. Serta secepatnya melakukan pengadaan kebutuhan sesuai revisi APBD berdasarkan peraturan PMK nomor 6 tahun 2020 dan Permendagri nomor 20 tahun 2020.

Situasi Virus Corona (Covid-19) secara Nasional, Ahad, 29 Maret 2020
Situasi Virus Corona (Covid-19) secara Nasional, Ahad, 29 Maret 2020

Baca : Naik Tajam, Positif Virus Corona di Indonesia Capai Angka 1.285, Ini Sebarannya


Artikel Lainnya

loading…


Intinya negara dapat melaksanakan revisi APBD dengan fokus meningkatkan kapasitas dalam rangka meningkatkan kapasitas Rumah Sakit. Termasuk, menangani covid-19, kampanye serta pergunakan dana tak terduga.

Lebih penting, sesuai kebutuhan penanganan penyebaran covid 19 di daerah masing-masing. Jangan ada lagi daerah beralasan tidak ada pembiayaan dalam penanganan penyebaran covid 19 ini.
Dia juga menekankan, agar pergerakan arus kedatangan dari 8 pintu masuk ke Sumatera Barat harus dikendalikan. “DPRD Sumbar mendukung kegiatan penanganan covid 19 dengan menunda semua kegiatan.

BPK, BPKP dan Kajati ujar Irwan Prayitno telah memberi sinyal untuk dijalankan karena ini kebutuhan mendesak. “Cuma ditekankan jangan sampai ada penyalahgunaan anggaran karena KPK menjatuhkan hukuman, “ ujar Irwan Prayitno.

Baca : Desakan Makin Kuat, Irwan Prayitno : Lockdown Kebijakan Pusat

Irwan Prayitno sampaikan, saat ini diperkiraan jumlah pendatang yang masuk ke Sumbar melalui perbatasan lebih kurang 100.000 orang. Dan hampir semua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pengawasan (ODP) berasal dari luar Sumbar.

“Kita perlu lakukan pembatasan arus masuk ke Sumbar melalui darat ,udara dan laut. Memang lockdown belum ada akan tetapi tindakan ini harus dilakukan untuk mengurangi terjangkitnya daerah akan covid 19 ini,” ujarnya.

Dia juga meminta para bupati dan walikota untuk melakukan tindakan pembatasan dan penyaringan orang masuk. “Daerah yang tidak berbatasan dibuat karantina untuk arus orang yang masuk. Sesuaikan dengan protap orang masuk ke dalam wilayah kita 14 harus di karantina terlebih dahulu,” ungkap Irwan Prayitno.

Gubernur juga kembali menghimbau kepada para perantau agar untuk sementara tidak pulang kampung dan telah juga membuat surat himbauan yang ditujuan kepada seluruh perkumpulan perantau di berbagai daerah.

“Untuk antipasi penanganan penyebaran covid 19 di Sumbar, belajar dari rumah bagi siswa sekolah diperpanjang. Aparatur Sipil Negara kerja dari rumah diperpanjang sampai waktu yang belum ditentukan. Untuk keramaian di mesjid dibatasi dan keramaian pihak kepolisian siap membubarkan. Mari kita pelihara pola hidup bersih, cuci tangan setiap habis kegiatan,” ujarnya. (Salih)

Baca dan Simak Video : Kucing Terjebak di Tiang Rumah Kosong

Data Covid19 Propinsi Sumbar Ahad, 29 Maret 2020
Data Covid19 Propinsi Sumbar Ahad, 29 Maret 2020

Selanjutnya >>> Mulai Selasa, Sumbar berlakukan Pembatasan Selektif



 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Camat Sungai Tarab saat meninjau kesiapan objek wisata Duo Bidadari

Jelang New Normal, Sungai Tarab Gali Potensi Duo Bidadari

Spiritsumbar.com, Tanah Datar – Masa pendemi Covid-19 sudah akan memasuki masa Normal Baru. Dimana aktivitas ...