Beranda - Pendidikan - Artikel - Tafakur Membaca EFBE

Tafakur Membaca EFBE

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Ermaniati  (Guru SMPN.2 Sitiung)

Bagi sebagian peserta didik kegiatan membaca merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan, apalagi membaca buku pelajaran sangat membosankan sekali bagi mereka.

Apabila kita perhatikan di sekolah, minat baca peserta didik sangat lemah sekali, mungkin karena kurang dibiasakan sejak usia dini. Namun anehnya peserta didik zaman now (zaman sekarang) memiliki minat yang tinggi dalam membaca pesan-pesan yang ada di FB (Facebook),WA, instagram dan sejenisnya.

Kalau seandainya kebiasaan peserta didik membaca FB ini bisa kita terapkan pada membaca buku-buku mata pelajaran dan membaca Alquran, alangkah indahnya. Mutu pendidikan kitapun akan bisa ditingkatkan.

Bagaimana membiasakan membaca buku pelajaran seperti kita membaca FB. Sayangnya yang dilakukan oleh peserta didik sehariannya banyak waktu untuk membaca FB.

Satu jam saja mereka membaca buku seperti mereka membaca FB maka hasilnya akan menjadikan peserta didik berkarakter dan akan membuat mereka cinta tentang bacaan dan memudahkan mereka untuk meningkat kemampuan dalam meningkat hasil belajar.



Membaca pada hakikatnya adalah suatu yang sangat kompleks dan rumit karena melibatkan beberapa aktivitas. Hal tersebut sesuai dengan yang diungkapkan oleh Crawley, dkk (dalam Farida 2007:2) bahwa membaca pada hakikatnya adalah suatu yang rumit. Melibatkan banyak aktifitas visual, berfikir, psikolinguistik.

Tidak hanya melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan, dan meta kognitif. Sebagai proses visual membaca merupakan proses menerjemahkan symbol tulis (huruf) kedalam kata-kata lisan.

Sebagai suatu proses berfikir, membaca mencakup aktifitas pengenalan kata, pemahaman literal, interpretasi, membaca kritis, dan pemahaman kreatif. Pengenalan kata bisa berupa aktifitas membaca kata-kata dengan menggunakan kamus.

Proses membaca sangat kompleks dan rumit karena melibatkan beberapa aktivitas, baik berupa kegiatan fisik maupun kegiatan mental”.

Menurut Burns, dkk (dalam Farida:2007:1) mengemukakan bahwa kemampuan membaca merupakan sesuatu yang vital dalam suatu masyarakat terpelajar. Namun, anak-anak yang tidak memahami pentingnya belajar membaca tidak akan termotivasi untuk belajar.

Belajar membaca merupakan usaha yang terus menerus, dan anak-anak yang melihat tingginya nilai membaca dalam kegiatan pribadinya akan lebih giat belajar dibandingkan dengan anak-anak yang tidak menemukan keuntungan dari kegiatan membaca.

Membaca semakin penting dalam kehidupan masyarakat yang semakin rumit. Setiap aspek kehidupan melibatkan kegiatan membaca.

Hal ini merupakan pekerjaan rumah bagi kita semua terutama orang tua, masyarakat dan pemerintah. Bagaimana minat baca FB ini bisa kita terapkan untuk membaca buku disekolah maupun dirumah yang akan menghasilkan peserta didik yang minat baca buku tinggi sama dengan pengguna FB.

Membaca hendaknya mempunyai tujuan, karena seseorang yang membaca dengan suatu tujuan, cenderung lebih memahami dibandingkan dengan orang yang tidak mempunyai tujuan.



Nurhadi (2004:14) mengungkapkan bahwa membaca terdiri dari bermacam-macam variasi tujuan, diantaranya yaitu, pertama, membaca untuk tujuan studi, kedua, membaca untuk menangkap garis besar bacaan, ketiga, membaca untuk menikmati karya sastra, keempat, membaca untuk mengisi waktu luang, dan kelima, membaca untuk mencari keterangan tentang suatu istilah”.

Manfaat membaca berdasarkan Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada zaman now menuntut peserta didik yang gemar belajar. Proses belajar yang efektif antara lain dilakukan melalui membaca.

Peserta didik yang gemar membaca memperoleh pengetahuan dan wawasan baru yang akan semakin meningkatkan kecerdasannya dan hasil belajar sehingga mereka lebih mampu menjawab tantangan hidup pada masa-masa mendatang. Akhirnya, terfakur membaca EFBE nantinya akan bisa dikembangkan dengan terfakur membaca buku pelajaran. Semoga.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Perusak Rumah Kontrakan di Jember Diduga Karena Pengaruh Miras

SPIRITSUMBAR.com, Jember – Parmenas atau Jau (20), Yakup (21), Samuel (24) dan Jak (23), saat ini ...