Beranda - Headline - Tabrakan Sepeda Motor, Dua Tewas di Solsel

Tabrakan Sepeda Motor, Dua Tewas di Solsel

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Jalan nasional di Ampalu, Nagari Alam Pauhduo, Kecamatan Pauh, Solok Selatan (Solsel), memakan korban, Rabu (2/1/2019) usai magrib.

Dua pengendara sepeda motor honda supra dan penumpangnya tewas. Kedua korban kecelakaan lalu lintas tersebut, merupakan warga Jorong Kampuang Baru, Nagari Alam Pauhduo, Solsel.

“Korban KH (17), meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP)  dan pembonceng IA,(15) menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Solsel sekitar pukul 22.30 WIB malam.

“Saat tabrakan terjadi, kondisi jalan nasional di Ampalu sedang sepi,” kata Kasat Lantas Polres Solok Selatan, Iptu Mardianto,  Kamis (3/1/2019) di Golden Arm.

Magrib maut itu antara sepeda motor Suzuki Smash tanpa nomor polisi (nopol) yang melaju dari arah Pekonina yang dikendarai P ,(16), bertabrakan dengan sepeda motor Honda Supra tanpa nopol yang di kendarai KH, (korban, red) yang datang dari arah Pakan Selasa hendak menuju Pekonina.  Persisnya ditikungan tajam sebelum Masjid Athin dari arah Pakan Selasa.

Kondisi pengendara dan penumpangnya saat peristiwa laka berlangsung. Pengendara sepeda motor suzuki smash inisial J (16), mengalami patah tulang hidung dan luka jahit di lutut kaki kiri.

Sedangkan penumpangnya, Y (15) mengalami benturan di kepala dan luka lecet di lutut kaki kiri di rawat di RSUD Solsel.

“Korban pengendara sepeda Honda Supra meninggal dunia, akibat mengalami retak tengkorak dibagian kepala dan temasuk penumpang keduanya IA,15. Sedangkan penumpang pertama RF,16, mengalami luka jahit di mata kaki kiri,” ungkapnya.

Kecelakaan tersebut lanjut Mardianto, diduga akibat kondisi jalan memiliki tikungan, sehingga pandangan kedua pengendara terbatas. Hingga tabrakan tak dapat dielakan oleh kedua pengendara di awal tahun 2019.

Khusus penyebab kematian korban dan pemboncengnya, karena mengalami banyak pendaraan setelah bagian kepala berbenturan dengan aspal jalan.

Untuk posisi kedua sepeda motor tersebut usai tabarakan terpelanting kepinggir jalan usai, kondisi pembonceng pertama motor supra terpelanting ke semak pinggir jalan. Termasuk pengendara dan penumpang sepeda motor smash.

“Akibat pendarahan yang cukup banyak, sehingga kedua korban tidak bisa tertolong,” imbuhnya.

Iptu Mardianto mengimbau, agar masyarakat jangan terlalu mudah memberikan kendaraan kepada anak atau remaja yang belum cukup umur. Akibatnya fatal, seperti hal yang terjadi kali ini.

Dengan status remaja, stabilitas emosi saat berkendara tak stabil. Sehingga kerap melaju dengan kencang tanpa perhitungan, yang dapat merugikan pengendara itu sendiri.

“Peranan orang tua  sangat kita harapkan pada remaja, maka batasilah penggunaan sepeda motor pada anak dibawah umur,” harapnya.

Silahkan berikan kendaraan, setelah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Umumnya,  kecelakaan terjadi akibat kelalaian pengendara.

Yang tidak siap fikiran dalam melajukan kendaraannya, maka dari itu perlu arahan dan pemahaman masyarakat untuk membatasi atau melarang anak dibawah umur berkendara.

“Mudahan imbauan kita ini dapat dipahami, sayang anak, sayang keluarga. Batasilah usia berkendara, disini peranan orang tua,” katanya. (Arun)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Komplek Kauman Padang Panjang

Thawalib Padang Panjang Rengkuh Kejayaan Masa Lalu

SPIRITSUMBAR.com – Menyusul “serbuan” pelamar pada 2018 lalu, Perguruan Thawalib Padangpanjang terus berinovasi memacu kebangkitan ...