Beranda - Headline - Sutan Riska : Jangan Adu Domba Bupati dan Wabup
Bupati Sutan Riska saat meninjauPasar Sopan Jaya (foto Eko - Spirit Sumbar)
Bupati Sutan Riska saat meninjauPasar Sopan Jaya (foto Eko - Spirit Sumbar)

Sutan Riska : Jangan Adu Domba Bupati dan Wabup

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar РBupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan bertindak menjadi pejabat penganbil apel gabungan, Senin,  7/11/2016.

Hadir mendampingi dalam apel sekali sebulan itu, Wabup H. Amrizal Dt. Rajo Medan, Sekda Leli Arni dan para staf ahli bupati.

Dalam kesempatan tersebut bupati berdarah biru itu minta agar semua SKPD memburu target kinerja yang sudah ditetapkan. “Kerjakan kegiatan yang sudah tercantum dalam APBD sampai akhir bulan kesebelas. Sehingga bulan keduabelas SKPD tinggal menyelesaikan administrasi kegiatan dan evaluasi kegiatan, supaya tidak ada kesalahan saat pemeriksaan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, bupati termuda Indonesia itu juga mengatakan, aparatur sipil negara hendaknya tidak melakukan perbuatan tidak terpuji dengan mengadudomba bupati dan wakil bupati. Sejauh ini hubungan bupati dan wakil bupati baik-baik saja dan tidak ada beda prinsip. Justeru itu upaya mengadudomba antara duo pemimpin daerah hanyalah sia-sia belaka. “Lebih baik kita selesaikan saja kegiatan yang sudah dibiayai APBD 2016, dari pada sibuk mengadudomba bupati dan wakil bupati,” tukuknya.

Penerima anugerah keterbukaan informasi publik tingkat Provinsi Sumatera Barat itu lebih jauh menyatakan, meskipun jarang bertemu, dirinya tetap memantau suasana di semua kantor SKPD. Itulah sebabnya, ia mengatahui persis siapa dan pihak mana saja yang melancarkan adudomba antara bupati dan wakil bupati. Justeru itu, dia minta agar para aparatur sipil daerah menghentikan upaya upaya memecahbelah daerah ini. “Tidak benar itu ada dikotomi putra daerah dan non putra daerah. Kapan saya ngomong¬† begitu,” katanya. Ia menyebut, hal hal seperti itu tidak boleh berkembang di lingkungan aparatur sipil negara.

Penulis : Eko

Editor : Saribulih

Lebih lengkap di versi cetak:

Cover Edisi 34 (Terbit Tiap Senin)
Cover Edisi 34 (Terbit Tiap Senin)
loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Merdeka Itu Amanah

Oleh : Efnita (Guru SMPN.3 Koto Salak) Tujuh belas Agustus tahun empat lima, itulah hari ...