Beranda - Berita Pilihan - Sumsel dan NTB Juga Terpapar, Positif Corona Meningkat 686 Orang
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto

Sumsel dan NTB Juga Terpapar, Positif Corona Meningkat 686 Orang

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia kembali memperbaharui jumlah kasus orang yang positif virus corona penyebab Covid-19 di Indonesia, Selasa, (24/3/2020) pukul 15.38 WIB .

Dari data yang disampaikan Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Virus Corona atau Covid 19, Achmad Yurianto jumlah propinsi yang terpapar bertambah 2 lagi, yakni Sumatera Selatan (Sumsel) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).  Pada dua propinsi itu ditemukan masing 1 kasus baru yang dinyatakan positif covid-19.

Jumlah penderita juga meningkat sangat tajam dibanding hari sebelumnya yang meningkat 107 kasus.  Sebanyak 71 orang kasus baru ditemukan di DKI Jakarta, disusul Jawa Timur 10 dan Banten 9 orang. Peningkatan besar juga terjadi di Sumatera Utara sebanyak 5 kasus baru.

Sementara, Jawa Tengah ditemukan 4 kasus baru dan Sulawesi Selatan 2 kasus. Sementara, Jawa Barat, DI Yokyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Papua dan Sulawesi Utara masing-masing 1 kasus.

Situasi Virus Corona (Covid-19) di Indonesia, Selasa, 24 Maret 2020 pukul 15.38 wib
Situasi Virus Corona (Covid-19) di Indonesia, Selasa, 24 Maret 2020 pukul 15.38 wib



Sebelumnya  : Dua Provinsi Lagi Terpapar Corona dan Terkonfirmasi Naik ke Angka 579

Artikel Lainnya

loading…


Selain, 2 propinsi baru juga telah terpapar kasus Covid-19. Kedua propinsi itu adalah Sumatera Selatan dan Nusa Tenggara Barat masing-masing 1 kasus.

Dari data yang dilansir jumlah positif bertambah dengan sangat tajam dibanding hari hari sebelumnya. “Pada hari ini bertambah 107 kasus baru sehingga total hingga hari ini Selasa (24/3) ada sebanyak 686 kasus. Sementara yang meninggal bertambah 6 menjadi 55 orang dan sembuh tetap 30 orang,” ujar Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Virus Corona atau Covid 19, Achmad Yurianto dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB di Jakarta.

Baca : Sumbar Siapkan Rp 22 M Lawan Corona, KI Minta Gugus Tugas Buka Informas

Sementara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan beberapa arahan kepada para Gubernur menghadapi pandemik virus Korona (Covid-19) melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Arahan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi untuk menjadi fokus semua instansi pusat dan daerah, yakni keselamatan adalah yang utama. Menurut Presiden, kesehatan adalah yang utama. Selanjutnya,  siapkan social safety net-nya, bantuan sosialnya. Juga, dampak ekonomi dihitung betul sehingga kesiapan dalam menyediakan stok pangan betul-betul ada.

Terkait kebijakan lockdown, Presiden menyampaikan bahwa setiap negara memiliki karakter, budaya, dan kedisiplinan, yang berbeda-beda, sehingga Pemerintah tidak memilih langkah itu dan itu sudah dipelajari.

Baca : Hasil Tes Covid-19 Negatif, Warga Harus Tetap Taat Aturan

“Saya memiliki analisa-analisa seperti ini dari semua negara, ada semuanya. Kebijakan mereka apa, mereka melakukan apa, kemudian hasilnya seperti apa, semuanya dari Kementerian luar Negeri lewat Dubes-Dubes yang ada terus kita pantau setiap hari,” kata Presiden.

Untuk itu, Presiden menyampaikan di Indonesia yang paling pas adalah physical distancing, menjaga jarak aman dan kalau itu bisa dilakukan, maka akan bisa mencegah penyebaran Covid-19 ini.

Meski, Presiden meyakini hal itu membutuhkan sebuah kedisplinan dan ketegasan yang kuat sehingga jangan sampai yang sudah diisolasi masih membantu tetangganya yang mau hajatan maupun ada yang sudah diisolasi masih beli handphone dan belanja di pasar.

Baca : Terkait Penanganan Covid19, Komnas HAM Restui Tindakan Tim Gugus Tugas

“Saya kira kedisiplinan untuk mengisolasi itu yang paling penting, partial isolated; mengisolasi sebuah RW, mengisolasi sebuah kelurahan penting, tetapi betul-betul dengan sebuah kedisiplinan yang kuat,” imbuh Presiden

Berikut sebaran paparan covid 19 di 24 propinsi Indonesia.

Sebaran data Covid19 di propinsi Indonesia Selasa 24 Maret 2020 (pukul 15.38 wib. (Sumber laman Covid19)
Sebaran data Covid19 di propinsi Indonesia Selasa 24 Maret 2020 (pukul 15.38 wib. (Sumber laman Covid19)



 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

AA LaNyalla Mahmud Mattaliti

Penyebaran Virus Corona Makin Masif, DPD RI Fokus Kawal Kebijakan di Daerah

SpiritSumbar.com, Surabaya – Ditengah situasi yang serba mendesak ini, DPD sebagai wakil daerah lebih memilih ...