Beranda - Headline - Sumbar Pendapatan, Sumbar Punya Dua Objek Baru
Paripurna DPRD Sumbar Kamis 9 Maret 2017
Paripurna DPRD Sumbar Kamis 9 Maret 2017

Sumbar Pendapatan, Sumbar Punya Dua Objek Baru

Print Friendly

Spiritsumbar.com, Padang –  Pemerintah Sumatera Barat  agar lebih tanggap dan menidak secara  tegas para penambang – penambang liar  yang ada di Sumatera Barat karena  belakangan ini telah banyak menelan korban.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar) Arkadius Dt. Intan Bano dalam Rapat Paripurna DPRD Sumbar dengan agenda Penyampaian Jawaban Gubernur atas Pandangan Umum Fraksi  terhadap Ranperda APBD 2018, di ruangan sidang utama DPRD Sumbar, Kamis (5/10/2017).

Menurutnya, kerusakan lingkungan pada beberapa daerah di Sumatera Barat disebabkan banyaknya penambang liar. “Malahan banjir bandang  yang telah meluluh lantakan permukinan dan sawah masyarakat, hal ini menjadi pertanyaan partai  Demokrat  pada paripurna sebelumnya,” ujar Arkadius.

Pada kesempatan itu Arkadius mengulas tentang pandangan fraksi fraksi yang mendorong pemerintah daerah untuk dapat melakukan inovasi,  dalam rangka mencari sumber sumber pendapatan baru yang tidak bertentangan dengan Undang Undang Nomor 28 tahun 2009.

Selain dari itu fraksi fraksi juga melihat masih terdapat peluang untuk meningkatkan pendapatan daerah dari optimalisasi pengelolaan aset daerah, peningkatan kinerja BUMD serta pos pos retrebusi daerah.

Sementara,  Wakil Gubernur Nasrul Abit menjelaskan, penambang liar yang terjadi hampir di semua kabupaten  dan kota  di Sumbar telah dilakukan monitoring dan evaluasi. Terutama, aktifitas tambang rakyat melalui anggaran APBD  Provisi Sumatera Barat  tahun 2017.

Nasrul  Abit  mengatakan  dalam mengatasi  masalah penambang  liar  pemprov  langsung melakukan evaluasi  ke lapangan. Terutama menindaklanjuti, pengaduan dari masyarakat masyarakat.   Dikatakan Nasrul Abit  beberapa kabupaten yang terjadi bencana banjir  bandang  yang mengakibatkan  rusaknya pemungkinan penduduk  dan sawah masyarakat  seperti di daerah Kabupaten Solok Selatan,  Limapuluh Kota  dan kabupaten Sijunjung.

“Semuaa ini terjadi  saat musim hujan  dengan intensitas curah hujan tinggi  dan terus menerus. Pada saat terjadi  kondisi morfologi  dan geologi   di daerah bencana  yang berada  pada daerah  pertemuan  sungai sungai besar,” ujarnya.

Menjawab  pertanyaan Fraksi PPP   mengenai  sumber sumber pendapatan  baru untuk meningkatkan PAD,  pada prinsipnya pemprov Sumbar tertuju pada penetapan  penerimaan  Pajak  daerah dan Retribusi daerah. Ini dilakukan secara optimal yang mengacu pada Undang Undang  Nomor 28 tahun 2009

Namun  langkah lain yang  dilakukan pemprov Sumbar , dengan melakukan penataan  kembali  fasilitas  jasa pelayanan  publik  seperti Convention Hall  dan melakukan penataan  gedung- gedung dan TPA.  “Untuk  tahun 2018   ada 2 jenis  objek baru  yang  dapat meningkatkan  PAD Sumbar  yaitu  retribusi  terminal dan retribusi pelabuhan ,” ujarnya.

Rapat paripurna juga dihadiri para pimpinan OPD di jajaran pemprov Sumbar,  Forkopimda dan undangan lainya. (SALIH)

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Jokowi Kembali Kunjungi Sumbar

Spiritsumbar.com, Jakarta – Presiden Jokowi insya Allah akan berada di Padang untuk menghadiri acara puncak ...