Minggu , 18 November 2018
Beranda - Headline - Sumbar Dikepung Bencana, Darul Siska : Tanda Tanda Alam
Darul siska
Darul siska

Sumbar Dikepung Bencana, Darul Siska : Tanda Tanda Alam

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Berbagai bencana kembali menghantui Ranah Minang dalam beberapa bulan belakangan. Malahan, bencana tersebut tidak hanya merusak infrastruktur umum tapi juga menghabisi harta benda. Pada beberapa titik,  juga telah menelan nyawa.

Ribuan rumah terendam banjir yang menyebar di 11 kabupaten dan kota di Sumbar. Daerah yang mengalami banjir dan tanah longsor itu berada di Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Pesisis Selatan.

Selanjutnya, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam
Banjir juga terjadi di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Sijunjung, Kota Sawahlunto dan Kabupaten Solok.

Bencana banjir dan tanah longsor ini, telah memakan puluhan korban. Pada bencana tersebut, 6 jiwa melayang secara sia-sia dan beberapa orang luka-luka. Beberapa rumah, juga hanyut diterjang banjir dan tertimbun longsor.

Baca : Hampir Semua Daerah di Sumbar Dihantam Banjir dan Longsor

Curah hujan tinggi juga telah menyebabkan banjir di beberapa lokasi di Sumatera Barat, Jumat (2/11/2018). Terbaru, tanah bergerak terjadi di Sawahlunto dan Sijunjung telah merusakkan banyak rumah dan infrastuktur. Berbagai bencana yang sama dan jenis lain seperti terus mengintai Ranah Minang.

Pemerhati Sosial Kemasyarakatan Drs. H. Darul Siska mengatakan berbagai bencana yang telah melanda negeri ini merupakan tanda tanda dari Alam. Menurutnya, bencana yang telah terjadi silih berganti tersebut harus disikapi secara arif.

“Ini tanda tanda alam yang tidak boleh dianggap remeh. Saatnya kita intropeksi diri dalam menjalani kehidupan di muka bumi ini,” ujar Darul Siska, di Padang, Minggu 4, Nopember 2018.

Baca : Padang Banjir, Jembatan Baringin Kembali Putus

Menurut Staf Ahli Ketua DPR RI ini, alam telah mulai murka,  lantaran sebagian besar manusia, sudah mulai melupakan Sang Pencipta.  “Sebagai makhluk Allah kita harus selalu mengabdi kepadaNya, tapi sebagian besar diantara sudah mulai melanggar perintah-Nya,” ujar Darul Siska yang juga Caleg DPR RI dari Partai Golkar Dapil 1 Sumbar.

Baca : Tanah Bergerak Juga Terjadi di Sijunjung

Selain itu, hubungan sesama manusia juga telah mulai pudar. Sifat sosial yang dianjurkan Allah, saat ini telah berubah menjadi individualistis. Tragisnya, rasa kebersamaan dan kekeluargaan telah mulai hilang dalam pergaulan sehari. “Malahan sudah sering kita temukan di masyarakat antar keluarga tidak saling bertegur sapa,” ujarnya.

Kepedulian terhadap alam juga sudah sangat terabaikan. Padahal, ujarnya Allah telah tegas tegas menyatakan dalam Al Quran bahwa manusia sebagai khalifah di muka. Namun, disisi lain juga telah menyebabkan kerusakan terhadap bumi. “Jadi untuk terjauh dari bencana, marilah kita intropeksi dengan mendekatkan diri pada Allah, membangun kembali hubungan sesama manusia dan peduli pada alam,” ujar Dewan Penyantun Muhammadiyah Sumbar ini. (Salih)

 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Dr. Desmon, (tiga dari kanan) usai menerima piagam penghargaan PIM- 2 dari LAN (foto Ist)

Inovasi Smart Edu Antarkan Desmon Raih Ranking 3 Nasional

SPIRITSUMBAR.com – Dr. Desmon, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang, meraih Ranking-3 Diklat Kepemimpinan level ...