Beranda - Fokus - Sriwijaya vs Semen Padang: Wasit Tegas, Pertandingan Jadi Berkualitas
Penyerang Semen Padang, Marcel Sacramento
Penyerang Semen Padang, Marcel Sacramento

Sriwijaya vs Semen Padang: Wasit Tegas, Pertandingan Jadi Berkualitas

Print Friendly

Spiritsumbar.com | Palembang – Sriwijaya FC dan Semen Padang FC hanya berbagi angka 0-0 dalam lanjutan Liga 1 Pekan ke 19,  di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabiring, Palembang, Jumat (11/8/2017) malam.

Derbi Sumatera tersebut berlangsung dalam tempo tinggi namun berjalan dengan apik dan enak ditonton. Lantaran, wasit Shaun Robert Evans asal Australia yang memimpin pertandingan tersebut sangat tegas dan kharismatik.
Artikel Lainnya

loading…


Ketegasan wasit terlihat saat pemain pengganti Sriwijaya FC, Yohanis Nabar memantul bola ke tanah dengan wajah sedikit kecewa. Tanpa ampun, wasit impor ini langsung menghadiahkan kartu kuning pada pemain Sriwijaya FC ini.

Hal sama juga terlihat, saat penjaga gawang Semen Padang, Jandia Eka Putra meringis kesakitan pada sisa waktu. Sang pengadil lapangan ini langsung mengulurkan tangan, agar Jandia segera berdiri. Begitu, saat, pemain Semen Padang,  Boas Atururi tergeletak dalam kotak penalti yang seakan mengulur waktu. Namun, wasit langsung mengulurkan tangannya, agar Boas segera berdiri.

Hal tak kalah menarik, ketika sundulan Hilton Moreira berhasil menggetarkan gawang Semen Padang pada menit 56’. Walau Hilton dan beberapa pemain telah berlari kegirangan, namun wasit meniup pluit pertanda offside. Para pemain Sriwijaya hanya memperlihat wajah kecewa tanpa mampu melancarkan protes.

Padahal, jika pertandingan tersebut dipimpin wasit lokal, kondisi berbeda akan terlihat. Bahkan, bukan tidak mungkin pertandingan akan berhenti beberapa menit.

Pertandingan antara Sriwijaya FC kontra Semen Padang berlangsung seimbang. Kedua tim melakukan serangan silih berganti. Beberapa kali peluang emas berhasil diciptakan tuan rumah melalui Beto Goncalves, Hilton Moreira, dan Gilang Ginarsa. Namun, rapatnya pertahanan yang dibangun Hengky Ardiles, Cassio dan Boas Atururi berbagai peluang gagal dikonversi menjadi gol.

Tak mau kalah, beberapa peluang juga berhasil diciptakan Vendry Mofu, Marcel dan Riko Simanjuntak. Bahkan tendangan Mofu nyaris menjebol gawang Laskar Wong Kito, namun peluang emas tersebut berhasil diredam Teja Paku Alam.

Begitu juga pada babak kedua serangan demi serangan berhasil diperagakan oleh kedua tim. Namun, berbagai peluang tidak mampu dimanfaatkan dengan baik. Sampai wasit meniup pluit pertanda berakhirnya pertandingah kedudukan tidak berubah 0-0 untuk kedua tim.

Editor : Saribulih

Baca juga:

loading…


Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

sosialisasi Kanker Servik

Dinas Kesehatan Pasbar Deklarasikan SBS

Sementara itu, Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian kesehatan RI Dr. Imran Agus Nurali, Sp. KO menganjurkan ...